Kasus Positif Covid-19 di DI Yogyakarta Melandai, Sekda DIY Klaim PPKM Berjalan Efektif
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengklaim bahwa penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DI
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengklaim bahwa penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DI Yogyakarta berjalan efektif.
Hal ini ditunjukkan dari perkembangan kasus positif Covid-19 yang mengalami penurunan.
Dalam sehari, rata-rata ada penambahan 100 kasus terkonfirmasi Covid-19 di DI Yogyakarta.
Jumlah itu telah jauh menurun di mana pada bulan lalu penambahan kasus harian bisa mencapai 1.000-2.000 kasus.
Baca juga: Jadi Syarat Mutlak, Pemkot Yogya Dorong Objek Wisata di Wilayahnya Kantongi Sertifikat CHSE
Sedangkan untuk kasus kesembuhan, saat ini jumlahnya selalu melampaui penambahan kasus terkonfirmasi yang dilaporkan tiap hari.
"Positif rate kita makin baik, BOR (tingkat keterisian RS) makin baik, angka kematian sekarang sangat kecil, kasus positif berjalan di sekitar angka 100. Ini menggambarkan bahwa pelaksanaan PPKM membawa dampak signifikan," jelas Aji di kantornya, Kamis (16/9/2021).
Hal itu juga dibarengi dengan menurunnya bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19.
Hingga Rabu (15/9/2021) lalu, BOR RS untuk bed non critical tercatat ada di angka 20,39 persen.
Nilai itu diperoleh dari total ketersediaan sebanyak 1.648 tempat tidur dan hanya terisi 336 tempat tidur.
Sedangkan untuk BOR ruang ICU adalah 37,90 persen. Dari total ruangan sebanyak 248 yang telah terisi adalah 94 ruangan.
Kemudian terkait case recovery rate atau tingkat kesembuhan di DI Yogyakarta sendiri berada di angka 93,69 persen.
Sedangkan untuk case fatality rate atau tingkat kematian berada di angka 3,32 persen.
Melihat segala perkembangan itu, Aji berharap agar PPKM di DI Yogyakarta dapat mengalami penurunan level.
"Mudah-mudahan kita bisa turun level lah. Seandainya tidak itu bagian peringatan untuk kita. Kita tidak usah ngeyel dari hasilnya (penilaian) Kemenkes," jelasnya.
Baca juga: Perubahan Iklim Mulai Terlihat di Indonesia, Perlu Gerak Cepat Transisi Energi
Lebih jauh, Aji menilai bahwa penerapan PPKM tetap dapat membuat ekonomi masyarakat terus bergulir, meskipun hanya sedikit.