Breaking News:

Perubahan Iklim Mulai Terlihat di Indonesia, Perlu Gerak Cepat Transisi Energi

Institute for Essential Services Reform (IESR) memandang bahwa Indonesia perlu mengandalkan energi terbarukan sepenuhnya guna mengurangi emisi gas

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Media briefing IETD 2021 secara daring 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Institute for Essential Services Reform (IESR) memandang bahwa Indonesia perlu mengandalkan energi terbarukan sepenuhnya guna mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Hal tersebut karena sektor energi fosil akan menjadi penyumbang emisi terbesar pada tahun 2030 yakni mencapai hingga 58% pada skenario business as usual di dokumen Nationally Determined Contributions (NDC).

Langkah transformasional untuk bertransisi energi tersebut perlu dilakukan tahun ini seiring dengan semakin kritisnya kenaikan suhu bumi.

Diketahui, dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terbaru, ada prediksi apabila negara di dunia tidak menerapkan langkah yang ambisius dalam memitigasi perubahan iklim, maka kenaikan suhu bumi melebihi 1,5 derajat Celcius akan berlangsung dalam dua dekade mendatang.

Baca juga: Kejar Kekebalan Komunal, BIN Vaksinasi Massal Pelajar di SMKN 2 Depok Sleman

Pada 2080-2100, kenaikan temperatur rata-rata bumi bahkan diprediksi dapat mencapai 3.3-5.7 derajat Celcius.

Laporan tersebut lebih lanjut menjelaskan dampak cuaca ekstrem yang akan lebih sering terjadi ketika temperatur rata-rata bumi naik melebihi 1.5 derajat Celcius seperti hujan lebat, kekeringan, dan gelombang panas. Beberapa perubahan tidak bisa diperbaiki.

“Perubahan iklim berdampak bagi Indonesia, terutama dengan meningkatnya intensitas hujan. Pemerintah perlu melakukan adaptasi dan mitigasi. Tidak ada waktu untuk berleha. Tindakan mitigasi harus dilakukan dengan mereduksi jumlah emisi karbon di atmosfer,” kata Prof. Dr. Edvin Aldrian, Wakil Ketua Kelompok Kerja I IPCC.

Dia mengatakan dalam Media Briefing Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2021. Tema dialog adalah ‘Raih Dekarbonisasi Mendalam pada 2050: Tetapkan Target, Mobilisasi Aksi, dan Capai Bebas Emisi’, Selasa (14/9/2021).

IETD 2021 fokus membahas pentingnya upaya dekarbonisasi sistem energi di Indonesia dengan segera bertransisi energi dari energi fosil menuju pemanfaatan 100 persen energi terbarukan pada 2050.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved