Breaking News:

Wisata Mbulak Umpeng di Piyungan Bantul, Digandrungi Goweser Karena Keindahan Alam Pedesaan

Selama masa berkabung, wisata Mbulak Umpeng di Padukuhan Daraman, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan akan tutup sementara. 

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Suasana wisata Mbulak Umpeng yang untuk sementara ditutup karena masa berkabung 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selama masa berkabung, wisata Mbulak Umpeng di Padukuhan Daraman, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan akan tutup sementara. 

Sebelumnya, wisata Mbulak Umpeng memang banyak dikunjungi para wisatawan terutama para goweser.

Dengan banyaknya minat pengunjung, warga pun berinisiatif menambah tempat duduk yang terbuat dari batu.

Baca juga: Korban Kecelakaan Truk Sedang Angkut Batu untuk Dijadikan Tempat Duduk di Wisata Mbulak Umpeng

Nahas, upaya tersebut berakhir duka dengan meninggalnya beberapa warga dalam kecelakaan truk saat mengangkut batu dari sekitaran Candi Ijo.

Sedikit bercerita tentang sejarah wisata Mbulak Umpeng, Syamsul Arifin, selaku Dukuh Daraman mengungkapkan bahwa dulu area tersebut hanyalah jalan tanah untuk akses pertanian warga.

Kemudian pada tahun 2020, warga mendapat bantuan alokasi dana untuk pengerasan jalan dengan cor beton.

"Akhirnya bersama warga membangun jalan hingga sekarang halus dan rata. Dari tokoh masyarakat dan pemuda kemudian punya gagasan, untuk membuat destinasi wisata yang diminati dengan konsep kembali ke alam," ujarnya.

Dari masukan-masukan tersebut, warga bekerja sama membangun destinasi wisata Mbulak Umpeng dengan latar persawahan dengan pemandangan bentangan Pegunungan Sewu.  

"Ini dibuka pada 2020, di awal pandemi. Awalnya dibuka untuk Pasar Ramadan, kemudian ada animo masyarakat, dan banyak diminati para goweser, akhirnya berkembang seperti saat ini," terangnya.

Baca juga: Lolos dari Maut, Ini Cerita Pratu Iqbal Saat Posramil Kisor Diserang KKB Papua

Ia mengakui tempat wisata ini banyak diminati oleh goweser. Dalam seminggu ribuan wisatawan datang untuk beristirahat di gubuk-gubuk sembari menikmati jajanan tradisional dengan suasana pedesaan yang masih asri.

Dengan insiden yang menewaskan beberapa warga Padukuhan Daraman, maka Mbulak Umpeng pun tutup untuk sementara.

"Untuk masa berkabung dan menghormati teman-teman yang gugur, maka sementara waktu akan tutup. Untuk kembali buka lagi, kita akan koordinasi dengan warga dan pegiat lainya dan akan evaluasi untuk ke depannya," tandasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved