Pasien Covid-19 di Isoter Rusunawa Giripeni Kulon Progo Kian Menurun
Pasien Covid-19 yang menghuni di isolasi terpusat (isoter) Rusunawa Giripeni, Kabupaten Kulon Progo kian hari semakin menurun. Kondisi itu juga
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pasien Covid-19 yang menghuni di isolasi terpusat (isoter) Rusunawa Giripeni, Kabupaten Kulon Progo kian hari semakin menurun.
Kondisi itu juga seiring penurunan kasus positif harian di kabupaten setempat.
Person In Charge (PIC) Isoter Rusunawa Giripeni, Wahyu Budiarto mengatakan pada Kamis (26/8/2021) ini, pasien yang menghuni di isoter ada 22 orang.
Terdiri dari 17 orang berjenis kelamin laki-laki dan lima orang perempuan.
Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X Andalkan Vaksinasi Covid-19 Agar PPKM DI Yogyakarta Turun Level
"Perkembangan pasien yang menghuni di isoter semakin turun seiring kasus positif harian di Kulon Progo yang juga turun," kata Wahyu saat ditemui, Kamis (26/8/2021).
Dikatakannya, pasien yang menghuni di isoter paling tinggi terjadi lima hari yang lalu ada sekitar 67 orang.
Pemkab Kulon Progo juga menjamin fasilitas dan perawatan pasien saat menjalani isolasi. Namun masih ada masyarakat yang enggan menjalani isolasi di isoter Rusunawa Giripeni.
Sehingga sosialisasi perlu digencarkan kepada masyarakat.
"Padahal di isoter ada dokter yang berkunjung setiap pagi dan sore untuk melakukan pemeriksaan. Serta perawat dan relawan yang berjaga 24 jam. Penanganan pasien juga cepat kalau kondisinya menurun akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19," terangnya.
Terkait fasilitasnya, isoter Rusunawa Giripeni terdiri dari lima lantai. Dimana lantai 1 digunakan sebagai tempat transit pasien dan nakes yang bertugas. Lantai 2-5 digunakan sebagai tempat isolasi pasien dengan total 96 kamar.
Baca juga: PSIM Legend Luncurkan Jersey Nuansa Tahun 1992, Dukung PSIM Yogyakarta di Kompetisi
Kendati demikian, ada dua klasifikasi pasien yang bisa menghuni di isoter Rusunawa Giripeni.
Yaitu aspek klinis, pasien yang bergejala ringan mengarah ke sedang dengan rekomendasi dari kepala puskesmas setempat.
Serta aspek sosial seperti pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG) tetapi dia tidak bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Dengan berbagai macam pertimbangan di antaranya rumah tidak layak untuk isoman dan pasien Covid-19 masih keluyuran serta tidak mau diatur oleh satuan tugas (satgas) Covid-19 di wilayahnya. (scp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/buah-buahan-bagi-penghuni-di-isoter-rusunawa-giripeni.jpg)