Breaking News:

PSIM Yogyakarta

PSIM Legend Luncurkan Jersey Nuansa Tahun 1992, Dukung PSIM Yogyakarta di Kompetisi

PSIM Legend resmi merilis jersey ofsial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 PSIM Yogyakarta pada Rabu (25/8/2021).

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Tiga Legenda PSIM, Oni Kurniawan (kiri), Marjono (tengah), dan Siswadi Gancis (kanan) mengenakan jersey PSIM Legend untuk memperingati HUT ke-92 PSIM Yogayakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Legend resmi merilis jersey ofsial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-92 PSIM Yogyakarta pada Rabu (25/8/2021).

Jersey itu lahir dari hasil kolaborasi tiga elemen, antara lain PSIM Legend, komunitas Bawahskor serta produsen jersey dari Pagarbesi.

Mulanya jersey tersebut terinspirasi dari jejak sejarah PSIM tahun 1992 yang pada saat itu tengah meraih sukses di kompetisi sepak bola Indonesia, walaupun saat itu PSIM masih dalam masa banyak keterbatasan.

Pada tahun 1992 itu, PSIM berhasil meraih tiket promosi Divisi Utama, kompetisi teratas Tanah Air saat itu dengan status runner up. 

Baca juga: Download Game Minecraft PC for Windows

Ketua PSIM Legend, Siswadi Gancis membeberkan jika jersey HUT 92 Tahun itu memang awalnya dibuat untuk mantan-mantan pemain PSIM saja. 

Namun, setelah ada pembicaraan lebih jauh setahun lalu, menurutnya banyak pandemen PSIM yang iktu antusias yang juga ingin merasakan kenangan masa lalu.

Sehingga jersey tersebut akan dijual juga ke khalayak luas, dengan hasil pendapatan akan dibagi sekian persen untuk mendukung manajemen PSIM dalam mengarungi kompetisi.

“Akhirnya untuk jersey 92 tahun PSIM ini kita produksi untuk siapapun yang hendak memiliki. Tahun ini kami juga bersinergi dengan manajemen PSIM, di mana 30 persen keuntungan penjualan jersey, diberikan pada PSIM. Kami ingin berupaya membantu PSIM sekaligus menghidupkan semangat Guyub Rukun Gayeng ini,” kata Gancis.

Selanjutnya, peluncuran jersey yang diberi tajuk "Guyub Rukun Gayeng" itu menurut Founder Bawahskor Dimaz Maulana yang juga sekaligus sebagai desainer jersey bahwa hampir seluruh inspirasi yang dituangkan dalam desainnya berasal dari catatan, foto sejarah PSIM yang terarsip.

"Arsip-arsip yang menjadi dasar desain itu kita berasal dari mantan-mantan pemain, juga kita mendapat referensi dari berbagai artikel dan surat kabar," kata Dimaz.

Baca juga: Awalnya Ragu-ragu, Sopir Ambulans Ini Akhirnya Memberanikan Diri Salip Rombongan Presiden Jokowi

Pada kesempatan itu PSIM Legend meluncurkan tiga desain jersey berbeda, pertama untuk pemain kental dengan warna biru, sedangkan untuk kiper ada dua desain yang pertama merah dengan lengah warna hitam, sedang satunya dengan warna kuning dengan motif menyerupai batik.

“Ada dua jenis yang kita luncurkan yakni suporter edition dan limited edition. Untuk limited edition, kita kemas dalam boxset menarik yang seluruh bahannya kita kolaborasi dengan UMKM. Jadi jersey ini membawa misi menghidupkan gerak ekonomi kecil juga di DIY. Harga yang kami lempar juga terjangkau yakni Rp 175 ribu untuk suporter edition dan Rp 250 ribu untuk boxset,” beber Dimaz. 

Ia juga berharap dengan semangat ini, dapat menularkan pada PSIM Yogyakarta yang saat ini akan berjuang di Liga 2 untuk mendapat promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kami ingin mengambil semangat tahun 1992, yang harapannya sampai pada tim di tahun ini, PSIM bisa promosi juga. Namun, lebih dari itu, kami ingin semangat Guyub Rukun Gayeng bisa hidup di tengah pandemi Covid-19 yang melanda luar biasa berbagai lini kehidupan. Kami ingin semangat untuk bertahan dan menang lawan pandemi bisa tersampaikan,” tandasnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved