Kembang Kempis Hadapi Pandemi Covid-19, Pelaku Wisata Kuliner di Kaliurang Upayakan Inovasi

Hampir dua tahun lamanya perekonomian para pelaku wisata di Kawasan Wisata Kaliurang harus kembang kempis menghadapi pandemi Covid-19.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Pembagian 800 paket sembako dari Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia kepada warga kawasan Tlogoputri, Kaliurang. Foto diambil Kamis (29/7/2021) 

Jika produk awet, maka akan mudah untuk dikirim kemanapun dengan menggunakan jasa pengiriman.

“Ya, harus dicoba dulu karena setelah dicoba, ada perbedaan rasa makan jadah tempe langsung di sini sama yang disterilisasi itu,” tambah Ris.

Menurutnya, faktor gula dan kelapa ternyata mempengaruhi rasa jadah tempe tersebut.

Maka, harus ada cara lain agar rasa tetap enak namun produk bisa dikirim dan dinikmati lebih banyak orang.

“Awalnya, bisa dibuat jadah goreng, tapi sekarang sulit mau jualan malam. Ya semoga pandemi ini segera berakhir, kami bisa bernapas lega lagi,” tandasnya.

Gerakan Kemanusiaan

Di tengah kondisi pandemi yang tak menentu ini, tim Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia berupaya untuk membesarkan hati para pedagang di kawasan tersebut.

Membawa 800 paket sembako untuk warga setempat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi selaku Pembina GKR Indonesia merespons dampak sosial dari pandemi Covid-19.

“Situasi seperti ini, memang kita tidak bisa komplain dan protes karena yang terdampak ya semuanya. Maka, harus secepatnya bangkit dengan inovasi yang ada,” kata GKR Mangkubumi kepada wartawan.

Pihaknya berupaya untuk mendengarkan keluh kesah para pedagang dan membesarkan hati mereka bahwa apapun yang mereka sampaikan akan terdengar ke telinga pemimpin.

Baca juga: Bersimbah Darah, Bocah 16 Tahun di Sleman Ditemukan Meninggal Saat Ditinggal Pergi Orang Tuanya

“Yang penting sekarang masyarakat ini diberi sehat dulu. Mau tidak mau harus bangkit dengan inovasi apapun, seperti berjualan daring misalnya,” jelasnya.

Menurut GKR Mangkubumi, teknologi masa kini sudah bisa membantu berjualan daring. Maka, anak muda diharapkan bisa membantu orang tua berjualan daring dan mendapat pemasukan tambahan.

Sebab, kedatangan wisatawan pun belum bisa diharapkan hingga kini.

“Vaksinasi, kami usahakan ada lagi. Kami kemarin sudah minta, tapi di bulan Juli 2021 ini sudah habis. Semoga di bulan Agustus nanti sudah ada,” tutupnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved