Yogyakarta
69.294 Hewan Kurban Siap Disembelih di Yogyakarta, Pemda DIY Ingatkan Prokes
69.294 hewan kurban itu dalam kondisi sehat dan akan terus dipantau oleh tim khusus hingga ke tingkat takmir masjid saat proses penyembelihan hewan.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih ketergantungan hewan ternak dari luar wilayah.
Apalagi menjelang Iduladha 1442 Hijriah yang tinggal menghitung hari ini, suplai hewan ternak dari luar DIY sangat diharapkan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto mengatakan, populasi hewan ternak khususnya jenis Kambing di DIY cenderung mengalami peningkatan sebesar 1,2 persen pertahunnya.
"Populasi kambing di DIY dari tahun ke tahun ada peningkatan sebesar 1,2 persen. Diperkirakan pada akhir 2021 ini sebanyak 419.013 ekor lebih," jelasnya, saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Jumat (16/7/2021).
Namun tak dapat dipungkiri jika kebutuhan daging kambing di DIY masih harus berebut dengan pedagang satai yang dalam sehari mereka membutuhkan 700 ekor kambing khusus di Kabupaten Bantul saja.
Baca juga: Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban Tetap Terapkan Prokes
Data setiap tahunnya, populasi hewan ternak jenis kambing saat 2018 data DPKP DIY mencatat ada sebanyak 405.948 ekor, 2019 sebanyak 407.226 ekor, 2020 sebanyak 416.400 ekor, sementara tahun ini data per Juni lalu total populasi kambing di DIY sebanyak 419.013.
Dari jumlah tersebut, sebaran populasi Kambing terbanyak berada di Kabupaten Gunungkidul yakni sebesar 48,28 % atau 202.287 ekor ; Kabupaten Bantul 22,84%, atau 95. 703 ekor ; Kulon Progo 22,76% atau 95.372 ekor, dan Sleman sebesar 6,08 % atau 25.476 ekor.
Dari total populasi itu sudah termasuk di dalamnya ada kambing PE (dual porpose) sebanyak kurang lebih 42.000 ekor dengan sebaran di kulon Progo sekitar 35.000 ekor dan di Sleman 7.000 ekor.
Sementara untuk memenuhi kebutuhan pedagang satai, mereka biasanya mendatangkan dari daerah lain karena kebutuhan warung satai khususnya di wilayah Bantul tak cukup hanya 100 ekor.
"Sebagian besar warung sate di Bantul Kebutuhan 700 ekor per hari, sekitar 70 persen domba dari luar DIY yakni Kabupaten Wonosobo, Jawa Barat, dan Jawa Timur," ujarnya.
Dari populasi kambing yang ada di DIY saat ini, Sugeng menegaskan bahwa DIY perlu meningkatkan populasi melalui peningkatan produksi cempe (anak kambing) untuk menjaga ketersediaan kambing.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Sumbang Hewan Kurban Seekor Sapi di Bantul
Gunungkidul Surplus Sapi
Meski hewan ternak jenis kambing masih harus didatangkan dari luar kota, namun rupanya wilayah Kabupaten Gunungkidul justru mengalami surplus atau memiliki stok berlebih untuk hewan jenis sapi.
Kasi Produksi dan Sarana Prasarana Peternakan DPKP DIY Yosafat Sudarsa menjelaskan, secara umum memang kebutuhan hewan ternak, apalagi menjelang Iduladha sekarang ini DIY masih mengimpor dari daerah lain.
"Tapi jumlahnya tidak banyak. Dan biasanya menjelang Iduladha yang tinggal beberapa hari ini sudah berdatangan. Kalau lihat di tempat penampungan sudah tinggal kirim. Mereka sudah dibeli sebagian besar. Kalau kami hitung stok yang ada memang DIY memerlukan dari luar," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/doa-lengkap-ketika-menyembelih-hewan-kurban.jpg)