Breaking News:

Pemantauan Kesehatan Hewan Kurban Tetap Terapkan Prokes

PEMKOT Yogyakarta tetap melaksanakan pemantauan hewan kurban di tengah situasi PPKM Darurat, yang dilakukan sejak 30 Juni lalu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Agus Wahyu
Kompas.com
Ilustrasi penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tetap melaksanakan pemantauan hewan kurban di tengah situasi PPKM Darurat. Pemantauan dilakukan sejak 30 Juni lalu, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya, Suyana mengatakan, pemantauan dilaksanakan di beberapa titik perdagangan hewan kurban di wilayahnya. Ia memastikan, pemantauan dilaksanakan dalam waktu yang singkat.

"Dilakukan lebih cepat, untuk mengurangi kontak antara petugas dengan penjual. Bagaimanapun potensi penularan virus harus diantisipasi," terangnya, Kamis (15/7/2021).

Sampai sejauh ini, sudah ada ratusan hewan kurban yang telah diperiksa, meliputi sapi, kambing dan domba. Tetapi, selama penerapan PPKM Darurat, pihaknya hanya memberi tanda terhadap hewan-hewan yang tak layak kurban.

"Rata-rata karena sakit mata, kemerahan itu, tapi kita berikan obat langsung di lapangan. Yang tak layak kurban juga kita tandai, misalnya ada kambing yang katarak, itu langsung ditandai sama petugas," ungkap Suyana.

Secara keseluruhan, para penjual hewan kurban sudah menerapkan tata cara sesuai protokol kesehatan, terlebih selama masa PPKM Darurat ini. Begitu juga dengan tingkat kesejahteraan hewan yang diperhatikan dengan apik.

"Tapi, kemungkinan jumlah hewan kurban tahun ini bakal menurun. Kalau dilihat tren 2020 kemarin, itu juga turun dibandingkan 2019. Penjualannya sekarang juga tidak seramai tahun lalu," pungkas Suyana. (aka)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Jumat 16 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved