Yogyakarta

69.294 Hewan Kurban Siap Disembelih di Yogyakarta, Pemda DIY Ingatkan Prokes

69.294 hewan kurban itu dalam kondisi sehat dan akan terus dipantau oleh tim khusus hingga ke tingkat takmir masjid saat proses penyembelihan hewan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunnews
Ilustrasi 

Kendati demikian, DIY layak sesumbar karena produksi sapi dari Gunungkidul dapat memenuhi Kabupaten/Kota lain, bahkan hingga ke wilayah Jawa Tengah (Jateng).

"Iya, Gunungkidul dia lebih banyak surplus Sapi. Itu mengirim ke Bantul, Sleman, Kulon Progo dan daerah-daerah sekitarnya sampai ke Jateng. Berapa banyak jumlahnya saya harus buka data," ungkap Yosafat.

Terkait data kesiapan stok hewan kurban di DIY tahun ini, telah dipastikan hewan jenis sapi totalnya 20.521ekor dengan rincian Kabupaten Gunungkidul sebanyak 3.210 ekor, Sleman 6.409 ekor, Kulon Progo 2.731 ekor, Bantul 6.602 ekor, dan Kota Yogyakarta sebanyak 1.569 ekor.

Baca juga: Kemenag Sleman Imbau Penyembelihan Hewan Kurban Dilaksanakan Sehari Setelah Idul Adha

Untuk jenis kambing, kebutuhan hewan kurban yang telah dipastikan di DIY totalnya 29.073 ekor. 

Rinciannya, untuk Kabupaten Gunungkidul dipastikan sebanyak 13.009 ekor, Sleman 3.349 ekor, Kulon Progo sebanyak 3.896 ekor, Bantul 5.803 ekor, dan Kota Yogyakarta sebanyak 3.016 ekor.

Sedangkan kebutuhan domba kurban di DIY yang telah dipastikan sebanyak 19.700 ekor.

Rinciannya Kabupaten Gunungkidul dipastikan sebanyak 783, Sleman 7.723 ekor, Kulon Progo 3.878 ekor, Bantul 8.099 ekor, sementara Yogyakarta nihil.

Dari jumlah itu, total hewan kurban dari tiga jenis yang dipastikan oleh DPKP sebanyak 69.294 ekor.

Yosafat menegaskan, 69.294 hewan kurban itu dalam kondisi sehat dan akan terus dipantau oleh tim khusus hingga ke tingkat takmir masjid saat proses penyembelihan hewan tersebut dilakukan.

Ia menambahkan, sosialisasi kepada para panitia kurban juga sudah dilaksanakan.

Para petugas di lapangan menurutnya sudah memahami syarat-srayat kesehatan apa saja yang harus dipenuhi kaitannya dengan kebutuhan kurban nanti.

Baca juga: Tak Ingin Merugi, Pedagang di Gunungkidul Pilih Kurangi Stok Hewan Kurban Iduladha

"Sosialisasi sudah kami berikan. Petugas di lapangan sudah rutin ceknke ternak sudah memastikan sehat dan syaratnya apa saja semua sudah dilakukan. Dan saya kira sudah tersosialisasi, juga nanti pada saat hari H pemotongan hewan kami turunkan petugas kami supaya ada standar yang benar," imbuhnya. 

Menurut Yosafat langkah itu dilakukan supaya masyarakat penerima daging kurban mendapat daging yang aman, sehat, utuh dan halal.

"Selain itu prokes kaitannya Covid-19 juga kamk kedepankan. Supaya tidak muncul klaster baru," ungkap dia.

Untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, Yosafat memastikan hewan kurban yang sudah didistribusikan saat ini sudah melalui pemeriksaan balai besar dan laboratorium diagnosis penyakit hewan.

"Meski tidak 100 persen. Karena petugas akan mengecek jika ada yang lapor mana saja hewan kurban yang sudah disiapkan. Yang lapor ini kami cek kesehatannya. Tapi mungkin secara random sudah dicek di balai besar dan diagnosis hewan," jelasnya.

Yosafat mengimbau masyarakat tetap mengedepankan prokes saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban nantinya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved