Dinkes DIY Cari Rumah Sakit Pengampu untuk Kelola RS Lapangan di DI Yogyakarta
Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY tengah menyiapkan pengadaan rumah sakit (RS) lapangan untuk merawat pasien Covid-19 di DI Yogyakarta.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY tengah menyiapkan pengadaan rumah sakit (RS) lapangan untuk merawat pasien Covid-19 di DI Yogyakarta.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Pembajun Setyaningastutie menuturkan, sementara ini ada empat lokasi yang diusulkan untuk dijadikan RS lapangan.
Namun agar dapat beroperasi secara optimal, seluruhnya harus memiliki RS pengampu terlebih dahulu.
"Prinsipnya RS lapangan harus ada pengampu. Seperti RS lapangan di Bantul, tandemnya itu RSUD Bantul. Harapan kami RS (lapangan) yang berdiri ada tandemnya dari RS yang mengampu," terangnya kepada wartawan secara virtual, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: Presiden Joko Widodo Sumbang Hewan Kurban Seekor Sapi di Bantul
Pembajun menjelaskan, saat ini baru ada satu RS yang bersedia menjadi pengampu. Yakni Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
RS tersebut dikatakan memiliki sejumlah aset yang bisa dimanfaatkan menjadi RS lapangan.
Diantaranya bangunan Hotel Gadjah Mada University Club (UC) dan Wisma Kagama.
Sementara ini, kedua bangunan tersebut memang sudah dimanfaatkan sebagai selter isolasi pasien Covid-19. Namun dalam waktu dekat akan dikembangkan menjadi RS lapangan.
"RSA UGM bisa menyiapkan 500 TT (tempat tidur). Mungkin juga nanti ada Wisma Karanggayam akan dipakai RS lapangan. Akan dikeloa pak direktur RSA UGM," terangnya.
Adapun untuk tiga RS lapangan lainnya, Dinkes DIY masih berupaya mencari pengampu.
Tiga lokasi tersebut meliputi Gedung Pusdiklat PU di Jalan Ngeksigondo, Asrama Mahasiswa UNY, dan Rusun ASN BBWS.
Dengan adanya penambahan RS lapangan tersebut, kapasitas tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19 di DIY bisa bertambah sekitar 800 bed.
Selain itu, dalam waktu dekat Pemda DIY bakal memiliki satu RS lapangan yang akan segera beroperasi.
Baca juga: Sebanyak 150 Tim Pengawas Diterjunkan untuk Pantau Kesehatan Hewan Kurban di Bantul
Yakni RS Medika Respati di Sleman yang diampu oleh RSUD Prambanan. Kapasitasnya sekitar 50 tempat tidur.
"Hari Sabtu mudah-mudahan, RS Respati di sleman katanya menurut informasi akan diresmikan," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-diy-pembajun-setyaningastutie-2912021.jpg)