Satpol PP Kulon Progo Gelar Pengawasan di 3 Perusahaan Industri dan Hajatan Pernikahan

Dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Satpol PP Kulon Progo melaksanakan pengawasan dan pengetatan

Istimewa
Pemantauan di perusahaan industri yang ada di Kabupaten Kulon Progo oleh tim gabungan pada PPKM darurat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dalam rangka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Satpol PP Kulon Progo melaksanakan pengawasan dan pengetatan di kegiatan industri sektor esensial dan non esensial serta kegiatan hajatan pernikahan di wilayahnya. 

Kegiatan itu didasarkan pada Instruksi bupati (Inbup) Nomor 17 Tahun 2021 tentang PPKM di Kabupaten Kulon Progo guna menekan laju penyebaran Covid-19

Kepala Satpol PP Kabupaten Kulon Progo, Sumiran mengatakan pada PPKM tersebut, Satpol PP sebagai tim gugus tugas divisi VIII bidang pengamanan dan penegakan hukum melakukan klarifikasi kebenaran informasi terkait adanya karyawan yang terpapar Covid-19 bahkan ada yang meninggal dunia. 

Baca juga: Petugas Lakukan Penyekatan di Simpang Trio Magelang Selama PPKM Darurat

Selanjutnya, pihaknya bersama sejumlah anggota TNI, Polri meminta untuk pengetatan dan penyekatan terhadap seluruh karyawan sesuai dengan ketentuan PPKM darurat secara ketat dengan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) melalui masing-masing human resource department (HRD) perusahaan. 

Dari pemantauannya di PT Sung Chang Kulon Progo masih memberlakukan operasional kantor 100 persen bagi karyawannya. 

Sehingga perlu disesuaikan menjadi dua sif masing-masing 50 persen. 

"Adapun terkait dengan tracing karyawan perlu ditelusuri lebih lanjut agar dapat menekan laju penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan dengan jumlah 1.918 karyawan. Proses tracing terhadap karyawan akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat dengan swab tes antigen," kata Sumiran, Rabu (7/7/2021). 

Sementara lanjutnya di PT HM Sampoerna cabang Kulon Progo didapati kantin yang berada di dalam pabrik belum ada penerapan jaga jarak tempat duduk. 

Namun penerapan prokes sudah dilaksanakan dengan baik didasari surat keterangan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sektor esensial. 

Demikian juga di Pabrik Quick yang sama memberlakukan operasional 100 persen di sektor esensial dengan dasar IOMKI. 

Sehingga karyawan dibagi tiga sif dan istirahat makan menggunakan jasa catering. 

Baca juga: Pemain PSIM Yogyakarta, Arbeta Rockyawan Beberkan Kekuatan PSIM Tahun Ini

Sebab per Juli 2021 ada 38 karyawan yang terpapar Covid-19 dan masih menjalani isolasi mandiri (isoman). 

Selain pemantauan di perusahaan, Satpol PP juga melakukan monitoring pada kegiatan hajatan pernikahan yang berlangsung di Margosari, Kapanewon Pengasih. 

Dalam kegiatan itu, pihaknya mendapati beberapa tamu yang hadir masih makan di tempat. 

Sehingga terhadap panitia dihimbau untuk mematuhi ketentuan PPKM darurat dengan pengaturan jarak tempat duduk dan tamu yang hadir maksimal 30 persen. 

Serta menyesuaikan dengan tempat dan ruang yang tersedia. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved