PSIM Yogyakarta

Pemain PSIM Yogyakarta, Arbeta Rockyawan Beberkan Kekuatan PSIM Tahun Ini

Arbeta Rockyawan, striker muda potensial yang baru direkrut kembali oleh PSIM Yogyakarta, menceritakan perbedaan gaya permainan yang diperagakan

Tayang:
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok PSIM
Arbeta Rockyawan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arbeta Rockyawan, striker muda potensial yang baru direkrut kembali oleh PSIM Yogyakarta, menceritakan perbedaan gaya permainan yang diperagakan PSCS Cilacap, mantan klubnya, dengan PSIM yang kini ia bela.

Menurut Rocky, sapaan akrabnya, perbedaan itu cukup mecolok dari segi strategi. Di PSCS, Rocky kerap diminta untuk lebih banyak menunggu di lini depan menyambut bola yang diumpankan oleh rekannya dari belakang.

"Kebanyakan kalau di PSCS itu kita main direct ball atau long pass, jadi bola langsung diarahkan ke depan tanpa harus menguasai bola lebih dulu, yang penting bola sampai ke striker, tidak perlu main taktikal, tapi kekuatan fisik sangat penting," katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (7/7/2021).

Berbeda dengan PSIM saat ini yang diarsiteki oleh Seto Nurdiyantoro, pelatih yang juga pernah membesut Rocky saat musim kompetisi 2015/2016 bersama dua striker asal DIY lainnya, Krisna Adi dan Tony Yuliandri.

Baca juga: Dinkes Bantul Buka Pendaftaran Relawan, Dalam Sehari Jumlah Pendaftar Dua Kali Lipat dari Kebutuhan

Strategi yang diterapkan Seto menurut Rocky sudah termasuk sepak bola modern, yang mana para pemain tidak hanya memiliki spesialisasi di satu posisi tertentu saja.

Selain itu perkara kecerdasan mengolah bola dan menciptakan peluang melalui taktik umpan-umpan pendek, menjadi satu kebutuhan penting dalam sepak bola modern.

"Di PSIM selain mengandalkan fisik, tapi juga pemain harus mampu berpikir, kita juga belajar pinter memainkan bola mulai dari kiper," tegasnya.

Namun menariknya, pada musim kompetisi 2017 silam, Rocky bersama rekannya di PSCS Cilacap berhasil menekuk PSIM di laga terakhir playoff grup H, dengan gol tunggal yang diciptakannya pada menit ke-22 melalui strategi direct ball.

Dengan gol itu juga, PSCS berhasil merusak rekor sempurna PSIM di babak playoff.

Sosok Penting Bagi Rocky di PSIM

Kepindahan Rocky dari PSCS Cilacap tak lain salah satunya adalah faktor pelatih yang membuatnya pertama kali berkarir sebagai profesional, yakni Seto Nurdiyantoro.

Pemain berusia 24 tahun ini mengaku bahagia setelah menerima pinangan langsung dari pelatihnya, Seto Nurdiyantoro.

Ia mengaku tak menyangka akan dihubungi langsung oleh Seto saat dirinya sedang menunggu kejelasan dari manajemen PSCS Cilacap soal nasib perpanjangan kontraknya di sana.

"Waktu itu sebetulnya masih nunggu kejelasan dari PSCS, katanya mau dipanggil lagi. Tapi karena lama, saya prioritaskan PSIM, kebetulan saya dihubungi langsung oleh Coach Seto," beber Rocky.

Apalagi, bagi sosok pemain dengan tinggi 174 sentimeter ini, DIY bukan lagi hal asing. Ia bahkan pernah memperkuat DIY di ajang Pra-PON dengan pelatih yang sama, Seto Nurdiyantoro.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved