Pegadaian Championship

Lautan Suporter Padati Denggung, Dukung PSS Sleman di Final Championship

Lapangan Denggung, di jantung Kabupaten Sleman dipadati ribuan suporter pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
MERIAH - Situasi di Lapangan Denggung, dipadati ribuan suporter pada Sabtu (9/5/2026) malam. Ribuan pendukung setia PSS Sleman memadati area tersebut untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSS Sleman dengan Garudayaksa FC. 

Ringkasan Berita:
  • Lapangan Denggung di jantung Kabupaten Sleman dipadati ribuan suporter pada Sabtu (9/5/2026) malam.
  • Ribuan pendukung setia PSS Sleman memadati area tersebut untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSS Sleman dengan Garudayaksa FC.
  • Seorang suporter asal Gamping, Fajar Hardiansyah mengaku sudah bersiap di lokasi sejak pukul 18.00 WIB, atau satu jam sebelum pertandingan dimulai. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lapangan Denggung, di jantung Kabupaten Sleman dipadati ribuan suporter pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Ribuan pendukung setia PSS Sleman memadati area tersebut untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 yang mempertemukan PSS Sleman dengan Garudayaksa FC.

Salah satu suporter asal Gamping, Fajar Hardiansyah mengaku sudah bersiap di lokasi sejak pukul 18.00 WIB, atau satu jam sebelum pertandingan dimulai.

Ia memilih datang ke Lapangan Denggung setelah kehabisan tiket dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Maguwoharjo.

"Karena gak kebagian tiket (nobar di Denggung). Tetap mendukung PSS Sleman. Kalah menang tetap PSS," katanya ditemui di sela-sela kemeriahan nobar.

Ada yang berbeda pada dukungan Fajar kali ini. Jika biasanya ia berangkat bersama rombongan teman sejawat, malam ini ia membawa serta adiknya, Baim, untuk merasakan atmosfer pertandingan final.

"Mumpung lagi libur, baru kali ini bawa adik. Biasanya sama teman-teman. Rutin dukung setiap laga, mau di stadion, lewat TV, atau di mana pun, yang penting PSS," tambahnya.

Bagi Fajar dan ribuan suporter PSS lainnya, fasilitas nonton bareng di ruang publik seperti Lapangan Denggung menjadi pengobat rindu bagi mereka yang tidak bisa berangkat ke stadion. Loyalitas tanpa batas menjadi pesan utama yang dibawa para suporter di laga final ini. 

"Pokoknya tetap dukung PSS sampai mati. Kalah menang itu biasa, yang penting tetap PSS," pungkasnya. 

Pantauan dilokasi, situasi di Lapangan Denggung ramai namun tetap kondusif. Riuh rendah nyanyian suporter memecah kesunyian malam di jantung Bumi Sembada saat PSS Sleman mulai comeback dan berhasil membobol gawang Garudayaksa FC setelah sempat tertinggal.

Bendera, kembang api dan flare merah menyala memberi semangat dukungan. Apalagi ketika tim kebanggaan warga Sleman ini berhasil menyamakan kedudukan. 

Di bawah sorot lampu dan kepulan asap pedagang kaki lima, ribuan pasang mata tertuju pada tiga layar lebar, membawa harapan besar bagi Super Elja. 

Dalam laga final ini, pihak Kepolisian melakukan pengamanan untuk menjamin kondusivitas wilayah. Kasi Humas Polresta Sleman, Argo Anggoro mengatakan, pihak kepolisian telah koordinasi lintas satuan, termasuk dengan Polda, untuk memetakan kerawanan yang muncul. 

Terkait dengan lalulintas, polisi fokus pada pengaturan arus lalu lintas dengan menyiagakan sejumlah personel di jalur pulang-pergi massa guna mencegah terjadinya gesekan.

"Jika ada konvoi kami antisipasi. Intinya kami siagakan personel di titik rawan di mana jalur pulang pergi massa  agar nanti masyrakat bisa aman. Masyarakat agar selalu menjaga ketertiban  jangan pakai knalpot brong karena itu meresahkan masyarakat. Intinya kita semua ingin Sleman nyaman," ujar dia.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved