Wawancara Eksklusif

Ahli Epidemiologi UGM: PTM Harus Perhatikan Transmisi Covid-19 di Lingkungan Sekitar

Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Yogyakarta untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah dimulai sejak hari ini

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
dr Riris Andono Ahmad MD MPH PhD 

Ini bisa menjadi masalah sendiri karena kegiatan seperti itu bisa jadi tempat penularan Covid-19.

Sebenarnya, bagaimana potensi anak-anak terkena Covid-19?

Nah, jika kita melihat perkembangannya, varian baru ini memiliki dampak buruk untuk anak-anak.

Memang, kalau dari segi kesehatan, jawaban singkatnya ya jangan ada PTM, tapi kita kan harus melihat secara luas.

Misal, jika kita melihat di negara Eropa, Australia ataupun Selandia Baru, kasus pada anak relatif kecil dibanding dengan penularan pada orang dewasa.

Di Eropa, kalau di sekolah justru yang rentan terjangkit Covid-19 adalah pengelola, maka dari itu pemerintah kan mendorong agar guru dan karyawan di sekolah divaksinasi dulu.

Berarti, untuk membuka PTM, harus melihat transmisi di lingkungan juga mengingat varian baru lebih menular?

Betul, kita harus melihat semua variabel yang mempengaruhi itu. Jika sebagian besar variabel itu tidak mendukung, maka pemerintah perlu mengambil keputusan untuk tidak membuka sekolah dulu.

Itu bukan keputusan bersifat tetap.

Bisa saja, minggu ini membuka, minggu depan tutup sekolah. Penularan bisa terjadi hitungan minggu, seperti di India, misalnya.

Di India kan penularannya hitungan minggu.

Baca juga: Perlu Ada Posko untuk Menampung Keluhan Pengunjung Malioboro

Apakah perlu ada peningkatan kapasitas laboratorium untuk mendeteksi sampel Covid-19 di masa PTM ini?

Kapasitas lab untuk tes Covid-19 memang harus ditingkatkan untuk memetakan penyebaran.

Kalau di sekolah, perlu ada skrining dari waktu ke waktu. Ini lebih untuk melihat bagaimana kalau ada peningkatan kasus virus corona.

Jika ada peningkatan, pemerintah ya harus berani bilang tidak untuk membuka sekolah.

Saya kira, secara khusus, sekolah sudah punya cara pencegahan yang relatif komprehensif. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved