Erupsi Gunung Merapi
BREAKING NEWS : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1500 Meter Siang Tadi
BREAKING NEWS : Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1500 Meter Siang Tadi
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas guguran sekitar pukul 11.43 WIB pada Minggu (23/5/2021).
Fenomena alam tersebut tercatat di seismogram Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dengan amplitudo sebesar 74 mm dan durasi selama 87 detik.
"Estimasi jarak luncur 1500 meter ke arah barat daya," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.
Kemudian, sepanjang periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi juga terpantau meluncurkan guguran lava sejauh 800 meter ke barat daya.
"Gunung tampak jelas. Asap kawah tidak teramati," tandasnya.
Sedangkan aktivitas kegempaan yang tercatat meliputi gempa guguran 31 kali, gempa hybrid atau fase banyak 18 kali, vulkanik dangkal satu kali, dan tektonik jauh satu kali.
Menimbang hasil pengamatan itu, status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," imbuhnya.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 22 Mei 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,8 Km Pagi Ini
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 21 Mei 2021, Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran Jarak Luncur 2 Km
Aktifitas Vulkanik Masih Tinggi
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi hingga kini.
Aktivitas tersebut berupa aktivitas erupsi efusif. Oleh karena itu, status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan dalam tingkat siaga.
"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara, yaitu Sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," tutur Hanik, Sabtu (22/5/2021).
Hal itu disimpulkan Hanik dari beberapa indikator aktivitas Gunung Merapi dalam seminggu terakhir, yakni 14-21 Mei 2021.