Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi 22 Mei 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,8 Km Pagi Ini
Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Sabtu (22/5/2021).
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Sabtu (22/5/2021).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 m mengarah ke barat daya.
"Awan panas guguran Gunung Merapi terjadi tanggal 22 Mei 2021 pukul 00.18 WIB amplitudo 42 mm dan durasi 130 detik, estimasi jarak luncur 1.800 meter ke barat daya," ujar Hanik, Sabtu (22/5/2021).
Baca juga: Universitas Atma Jaya Yogyakarta Bersama 4 Perguruan Tinggi Gelar Vaksinasi Massal Tahap Kedua
Selain itu, teramati 5 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya.
Gunung tampak jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Cuaca Merapi pada periode ini berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 13-20°C, kelembaban udara 68-93 persen, dan tekanan udara 569-707 mmHg.
Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode ini di antaranya 1 awan panas guguran, 45 gempa guguran, 2 gempa hembusan, 5 gempa hybrid/fase banyak, 3 gempa vulkanik dangkal, dan 2 gempa tektonik jauh.
Sementara, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Sabtu (21/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, teramati 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.700 meter ke arah barat daya.
Gunung jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Cuaca Merapi pada periode ini berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 18-21°C, kelembaban udara 76-78 persen, dan tekanan udara 655-689 mmHg.
Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode ini antara lain 53 gempa guguran, 6 gempa hybrid/fase banyak, 2 gempa vulkanik dangkal, dan 1 gempa tektonik jauh.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.
Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 21 Mei 2021, Potensi Hujan Ringan di Sleman