Breaking News:

Yogyakarta

Dinkes DIY Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 untuk Kalangan Lansia

Dinas Kesehatan DIY berupaya untuk terus mendorong percepatan program vaksinasi lansia di DIY.

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie (kanan). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan program vaksinasi COVID-19 pada kalangan lansia.

Untuk itu, Dinas Kesehatan DIY pun berupaya untuk terus mendorong percepatan program vaksinasi lansia di DIY.

"Bagaimana caranya untuk lansia bisa kita percepat. Mudah-mudahan (vaksinasi) lansia bisa kita percepat," ujar Pembajun belum lama ini.

Ia menuturkan, per Sabtu (10/4/2021) capaian vaksinasi lansia di DIY baru mencapai 14,17 persen atau setara 41.844 orang lansia pada dosis pertama.

Baca juga: Vaksinasi Tetap Berjalan Saat Ramadan, Dinkes Gunungkidul Buka Pendaftaran bagi Lansia

Sementara, capaian pemberian dosis pertama mencapai 1,58 persen.

Adapun jumlah sasaran penerima vaksin lansia DIY adalah sebanyak 500 ribuan orang yang teregistrasi.

Pembayun menjelaskan, percepatan vaksinasi lansia dilakukan pihaknya dengan cara lebih menguatkan peran fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk memberikan layanan vaksin pada lansia.

"Sekarang kan pelayanan faskes itu sudah masuk tahap kedua kalinya, sekarang yang didorong adalah lansia. Apalagi di DIY ini banyak lansia. Kami meminta ke (dinas kesehatan) kabupaten/kota agar setiap fasyankes memprioritaskan lansianya dulu," paparnya.

Selain itu, menurutnya, literasi edukasi terkait vaksinasi lansia kepada masyarakat juga harus terus diupayakan.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Bantul Tetap Berjalan Saat Bulan Puasa

"Janji Pak Menkes setelah April vaksin lebih banyak lagi tersedia," ungkapnya.

Pembayun menambahkan, ada beberapa evaluasi dari pemerintah pusat terkait hambatan vaksinasi lansia selama ini.

Pertama, kebanyakan lansia tidak bisa datang sendiri tanpa dibantu untuk mengakses registrasi vaksinasi. Kedua, ada sedikit keengganan lansia untuk keluar rumah.

Selain itu, faktor komorbid membuat pihak dinas kesehatan harus lebih berhati-hati. "Kalau mau vaksin massal seperti di JEC kemarin ya kita harus berhati-hati, yang ideal itu di rumah sakit," tandas Pembayun. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved