Penggeledahan oleh Densus 88 di Wilayah DI Yogyakarta, DPRD DIY Kecewa dengan Kesbangpol
Pasca adanya rentetan penggeledahan sejumlah rumah di tiga wilayah yakni Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta oleh Detasemen Khusus
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Keempat Kesbangpol harus lebih bekerja keras lagi untuk memberikan wawasan kebangsaan untuk ketahanan dan keamanan DIY.
Keempat Komisi A mengajak masyarakat seluruh DIY untuk bersama-sama mengkhidmati pancasila, serta nilai keistimewaan DIY.
Kelima Komisi A merekomendasikan kepada Kesbangsol untuk penggalangan serius kepada tokoh-tokoh agama dan masyarakat untuk mencegah, serta melawan terorisme.
Terakhir, Eko merekomendasikan Pemda DIY untuk tingkatkan sinergi kerjasama TNI, Polri, BIN dan instansi lain dalam rangka pencegahan terorisme.
"Karena tindakan teror ini adalah intoleransi dan ancaman yang serius, sungguh-sungguh dan nyata. Penangkapan terduga teroris di Yogya ini adalah fakta yang harapan kami ke depan dengan strategi yang ada, Pemda harus hadir dan berperan besar menjaga serta mengamankan ideologi pancasila," ujarnya.
Baca juga: Kapasitas Maksimal Masjid di DI Yogyakarta Dibatasi 50 Persen Saat Salat Tarawih Berjamaah
Sementara itu, Kepala Kesbangpol DIY Dewo Isnu Broto menanggapi, aksi penggeledahan yang terakhir dilakukan oleh Densus 88 Antiteror bertempat di salah satu kantor Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Ia menyangkal jika Kesbangpol dalam hal ini telah kebobolan lantaran dirinya tidak memiliki data terkait keberadaan LSM tersebut.
Bahkan pihak RT setempat saat diwawancara Tribun Jogja beberapa hari yang lalu juga mengaku tidak mengetahui secara pasti kegiatan di kantor LSM tersebut.
"Lembaga berbadan hukum di tempat kami tidak ada daftar. Karena tidak diberi tembusan terkait organisasi berbadan hukum. Sekarang kan daftarnya langsung ke pusat. Ke Kemendagri dan Kemenkumham," katanya.
Meski tidak melakukan registrasi melalui Kesbangpol DIY, pihaknya mengaku sudah melakukan pendekatan terhadap lembaga organisasi maupun yang lainnya. (hda)