Breaking News:

Tersangka Pembunuhan Dua Perempuan Muda di Kulon Progo Ternyata Seorang Residivis

Pelaku ternyata seorang residivis dalam perkara kasus pencurian burung dan pemerasan pada 2018 silam di kabupaten setempat. 

Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri
Pelaku kasus pembunuhan dan barang bukti dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kulon Progo masih mendalami motif yang dilakukan oleh remaja bernisial NAF (21) warga Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo yang tega menghabisi nyawa dua orang perempuan di lokasi yang berbeda selama kurun waktu 10 hari. 

Pasalnya, pelaku ternyata seorang residivis dalam perkara kasus pencurian burung dan pemerasan pada 2018 silam di kabupaten setempat. 

"Kami saat ini masih mendalami motif kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Yang jelas dia ingin mengambil barang-barang milik korban berupa sepeda motor, dompet, perhiasan dan handphone. Namun apakah nanti ada motif yang lain, tunggu pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi yang paham dengan peristiwa ini," jelas Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto saat jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Senin (5/4/2021). 

Ia merinci kasus pembunuhan pertama yang dilakukan oleh NAF berlangsung di Wisma Sermo yang berlokasi di Pedukuhan Kedungtangkil, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih pada 23 Maret lalu sekira pukul 12.30 WIB. 

Baca juga: AKHIR KISAH Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Yogyakarta, Terungkap dari Pesan WA

Baca juga: Keluarga Korban Sempat Rasakan Firasat Buruk Sebelum Tragedi Pembunuhan TS di Dermaga Wisata Glagah

Melibatkan korban DSD (21) warga Kalurahan Gadingan, Kapanewon Wates yang jasadnya ditemukan oleh warga yang sedang merumput sekitar pukul 17.00 WIB. 

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh RS Bhayangkara Polda DIY, penyebab kematian korban karena terjadi kekerasan benda tumpul yang dibuktikan adanya pendarahan pada otak kecil. 

Dari pembunuhan tersebut, tersangka berhasil membawa sejumlah barang milik korban berupa sepeda motor Honda Vario, handphone, helm, anting-anting, dompet dan tas. 

"Menurut pengakuan tersangka, sebelum membunuh, korban diajak muter-muter dulu dengan menaiki sepeda motor milik korban. Setelah korban dibunuh, motor itu diambil oleh pelaku," ucapnya. 

Pelaku kasus pembunuhan dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo.
Pelaku kasus pembunuhan dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo. (Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri)

Sementara kasus pembunuhan yang kedua terjadi di Dermaga Wisata Glagah, Temon pada 2 April 2021 malam lalu. 

Korban TS (21) warga Paingan, Kalurahan Sendasari, Kapanewon Pengasih. 

Dari pembunuhan ini, barang milik korban yang hilang berupa sepeda motor, handphone dan dompet.

Baca juga: UPDATE Hasil Autopsi TS, Korban Pembunuhan Berantai di Dermaga Pantai Glagah Kulon Progo

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya

Namun untuk sepeda motor milik TS sudah diamankan oleh polisi karena sebelumnya pelaku menitipkan motor tersebut di tempat penitipan motor yang berada di sekitar Stasiun Wates. 

Selanjutnya dari dua kasus pembunuhan itu, polisi berhasil menangkap tersangka pada Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 00.30 WIB saat bersembunyi di rumah kerabatnya di Dusun Ngruno, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih. 

Atas perbuatannya, pelaku sementara akan dijerat dengan pasal 338 KUHP atau pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved