Breaking News:

Penemuan Mayat di Kulon Progo

Keluarga Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Minta Pelaku Dihukum Seberat-Beratnya

NAF, diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap dua wanita di Kulon Progo. Pada Jumat (2/4/2021) lalu, pelaku pembunuhan berantai

istimewa
Evakuasi mayat perempuan di Dermaga Wisata Pantai Glagah Kulon Progo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yuwantoro Winduajie

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - NAF, diduga kuat melakukan pembunuhan terhadap dua wanita di Kulon Progo.

Pada Jumat (2/4/2021) lalu, pelaku pembunuhan berantai ini berhasil diringkus aparat kepolisian.

Pria berusia 21 tahun tersebut melancarkan aksinya di dua lokasi berbeda.

Baca juga: Perayaan Paskah, Waktunya Membangun Persaudaraan Sejati di Indonesia

Yakni di Wisma Sermo pada Selasa (23/3/2021) dengan korban Dessy Sri Diantary (22) . 

Jelang beberapa hari, Takdir Suniriati (21) direnggut nyawanya di Dermaga Wisata Pantai Glagah, Kulon Progo pada Jumat (1/2/20201) malam.   

Kerabat salah satu korban pembunuhan berantai, yakni Raka (24) yang merupakan kakak Dessy mengaku bersyukur karena kasus ini menemui titik terang pasca diringkusnya NAF.

Kabar penangkapan itu telah Raka terima sejak hari Jumat lalu.

"Alhamdulilah bisa ketangkap, tapi kelanjutannya belum tahu harus bagaimana soalnya saya belum sempat ketemu sama pelakunya," terang Raka kepada Tribun Jogja, Jumat (3/4/2021).

Raka sangat menyayangkan perilaku keji yang dilakukan NAF kepada adiknya.

Selain itu dirinya juga tak mengenal sosok NAF, pun juga dorongan atau motif pelaku untuk melakukan pembunuhan.

"Saya sendiri tak kenal siapa itu (pelaku) dan modusnya itu belum tahu. Tahu dari berita kalau pelaku cuma mau menguasai hartanya (korban). Kalau begitu ya sudah bawa motornya tinggal pergi, tapi nggak usah kayak gitu (membunuh)," ucapnya.  

Baca juga: Peduli Sesama, Pengusaha Tionghoa Serahkan Bantuan 1.000 Paket Beras dan Masker di Sleman 

Raka mengenang sosok adiknya sebagai orang yang ceria dan suka menolong. Dessy pun juga dikenal mudah bergaul dengan siapa saja.

"Grapyak sama siapa saja dan ceria suka menolong orang. Tidak menyangka bisa jadi korban," tuturnya.

Dirinya pun berharap agar pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. Setimpal dengan perlakuan NAF kepada mendiang adiknya. (tro)

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved