Perayaan Paskah, Waktunya Membangun Persaudaraan Sejati di Indonesia

Rangkaian ibadah Tri Hari Suci memberikan teladan bagi umat Kristiani untuk menghargai kehidupan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan layar misa Jumat Agung di Gereja Antonius Padua Kotabaru
Pelaksanaan misa Jumat Agung di Gereja Antonius Padua Kotabaru berlangsung sederhana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rangkaian ibadah Tri Hari Suci memberikan teladan bagi umat Kristiani untuk menghargai kehidupan.

Vikaris Episkopalis (Vikep) DIY, Romo Adrianus Maradiyo Pr mengatakan, masa Paskah ini memang tidak lepas dari perayaan kebangkitan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

“Maka, budaya yang dikembangkan itu budaya kehidupan,” ungkap Romo Dio kepada Tribun Jogja, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Peduli Sesama, Pengusaha Tionghoa Serahkan Bantuan 1.000 Paket Beras dan Masker di Sleman 

Menurutnya, menjadi manusia Paskah itu berarti menjadi manusia yang memperjuangkan dan mengembangkan budaya kehidupan, bukan budaya kematian.

Dari situ, perlu dibangun persaudaraan sejati dalam kehidupan.

Hal ini lantaran persaudaran yang erat adalah ciri-ciri manusia Paskah.

“Gereja Katolik tidak boleh eksklusif, tetapi inklusif. Itu semua bermuara pada perjuangan kehidupan sehingga manusia memiliki martabat yang diperjuangkan secara serius,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pesan Paskah itu relevan dengan keadaan saat ini agar masyarakat lebih menghargai kehidupan dan tidak menyia-nyiakannya begitu saja.

Misa Tri Hari Suci di DI Yogyakarta digelar secara luring dan daring. Kapasitas misa luring sudah dikurangi maksimal 50 persen.

Baca juga: Begini Sosok Dadik Korban Pembunuhan Berantai di Kulon Progo di Mata Keluarga

Dalam satu deret, umat tidak boleh duduk dan berdiri berdekatan serta diwajibkan untuk menggunakan masker di dalam gereja.

Sebelum masuk di gereja, mereka akan dicek suhu terlebih dahulu serta mencuci tangan untuk menekan penyebaran virus corona.

“Kami mengikuti regulasi dari Satgas Covid-19 Keuskupan Agung Semarang. Umat wajib mengikuti prokes,” tukasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved