Awan Panas Guguran Gunung Merapi Akibatkan Hujan Abu Tipis di Daerah Ini
gunung Merapi mengalami 3 kali awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur maksimal 1.900 m ke arah barat daya.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA/ Setya Krisna Sumargo
MAKIN INTENS - Guguran material batu pijar (rock fall) Merapi terus berlangsung hingga Selasa (23/2/2021) dini hari. Pengamatan dan pemotretan sejak Senin (22/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB hingga pergantian hari, terjadi belasan kali guguran. Arah guguran terbagi tiga jalur, utamanya ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Krasak. Sementara jalur baru ke hulu Kali Sat dari GOR Kaliurang tidak bisa dilihat secara sempurna karena terhalang punggungan lereng. Namun guguran tersebut bisa dicermati dari pendaran warna merah serta kepulan asap dari balik punggungan sisi barat puncak
Tak lupa Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Hanik mengungkapkan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari. ( Tribunjogja.com )
Baca juga: Cerita Anak-anak Adopsi Mencari Orang Tua di Yogya, Dari Belanda dan Inggris
Berita Terkait