Breaking News:

Masih Ada yang Takut Disuntik Vaksin Covid-19, Sosiolog: Perlu Sosialisasi Terus Menerus

Sosiolog Kriminalitas dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Drs Soeprapto menyebut, fenomena ketakutan divaksin Covid-19 tidak bisa menyalahkan masya

freepik
Ilustrasi vaksin Covid-19 

"Tiga hal itu yang membuat masyarakat masih bingung. (Vaksin) Ini sebetulnya, berbahaya atau tidak," ujarnya. 

Menurut Soeprapto, fenomena warga takut divaksin harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah. 

Sebab, pada dasarnya masyarakat Indonesia itu sangat patuh terhadap peraturan perundang-undangan di negara.

Jangankan hukum negara, hukum adat dan budaya yang berlaku di masyarakat pun dipatuhi. 

Baca juga: Terdampak PTKM, Pendapatan UMKM di Gunungkidul Menurun

Sehingga, menurut dia, solusi bagi warga yang masih takut divaksin, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus agar masyarakat merasa yakin bahwa Covid-19 itu memang benar-benar ada dan berbahaya.

Kendati demikian, pemerintah juga harus tegas terhadap orang-orang yang sengaja menyebarkan informasi hoax dengan menyampaikan vaksin dapat mematikan. 

Padahal, kata dia, orang yang meninggal setelah divaksin dimungkinkan bukan karena vaksin-nya, tetapi karena ada riwayat kesehatan tertentu.

Soeprapto menyakini bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan mengambil resiko untuk keselamatan rakyat apabila memang vaksin berbahaya. 

"Saya kira, pemerintah saat ini juga terus memantau. Kalau (vaksin) itu berbahaya, Presiden dan para Menteri tentu akan berfikir ulang," tutur Soeprapto. (Rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved