Berita Kesehatan

Cara Menurunkan Risiko Serangan Stroke Senyap yang Bisa Picu Kerusakan Otak

Beberapa orang dimungkinkan mengalami stroke tanpa menyadarinya risiko ini sebelumnya. Dalam istilah medis ini disebut sebagai stroke senyap

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Silent stroke atau stroke senyap 

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa orang dimungkinkan mengalami stroke tanpa menyadarinya keberadaan risiko ini sebelumnya.

Dalam istilah medis ini disebut sebagai stroke senyap atau silent stroke.

Istilah itu muncul lantaran sulit untuk mengenali gejalanya.

Namun disebutkan bahwa serangan stroke senyap ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Jika Anda pernah mengalami serangan stroke senyap ini lebih dari sekali, biasanya Anda akan mengalami masalah pada kemampuan Anda mengingat sesuatu atau daya ingat.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele Jika Alami 4 Gejala Ini, Bisa Jadi Sinyal Tubuh Tanda Serangan Jantung

Mendeteksi Gejala Stroke Senyap

Anda akan mengetahui pernah atau tidaknya mengalami stroke senyap jika Anda pernah melakukan pemindaian otak maupun munculnya efek turunan.

Semisal mengalami sedikit masalah pada daya ingat.

Tapi seorang dokter mungkin dapat melihat tanda-tanda stroke diam tanpa pengujian.

Sebuah penelitian terhadap orang paruh baya tanpa tanda-tanda stroke yang jelas menemukan bahwa sekitar 10% memiliki kerusakan otak.

Kerusakan yang terjadi adalah permanen, tetapi terapi mungkin membantu merangsang bagian lain dari otak sehingga Anda mendapatkan kembali kemampuan yang mungkin telah melemah.

Baca juga: Mengenal Gejala Stroke Akibat Diabetes : Lihat Wajah, Lengan dan Cara Bicara

Mencegah Serangan Stroke

Peluang Anda terkena stroke meningkat jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau detak jantung tidak teratur.

Perubahan cara hidup Anda dapat membantu menurunkan peluang Anda terkena stroke dan penyakit jantung.

Berikut langkah-langkah sederhana yang bisa Anda lakukan ;

1. Awasi tekanan darah Anda, dan kendalikan jika terlalu tinggi.
2. Periksa kadar kolesterol dalam darah.
3. Jaga kadar gula darah Anda pada tingkat yang tepat.
4. Jika Anda merokok, berhentilah.
5. Makan makanan dengan menu sehat meliputi buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian. Kurangi juga lemak jenuh misalnya, daging merah, garam, dan gula.
6. Biasakan olahraga teratur.
7. Pertahankan berat badan yang sehat.

Sumber : WebMD

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved