Warga Bantaran Kali Code Yogyakarta Lebih Khawatirkan Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Warga bantaran Kali Code Yogyakarta lebih khawatir terhadap ancaman banjir lahar dingin atau lahar hujan dari Gunung Merapi
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Kurniatul Hidayah
Namun, takutnya, jika lahar dingin yang terjadi, bukan luapan air biasa.
"Khawatir pasti ada, soalnya udah pernah ngalamin juga takut. Kalau talud ini sudah agak mendingan dari yang dulu, kalau dulu itu pendek banget. Ada tapi cuma pendek, ini dah tinggi ditambah naik lagi," ujarnya.
Baca juga: WASPADA, GeNose C19 Banyak Dijual di Situs Belanja Online, Masyarakat Jangan Terjebak
Baca juga: Psikolog UGM: Anak-Anak Diprediksi Mengalami Dampak Terbesar Pandemi, Ini Penjelasannya
Debit air di Kali Code sendiri, menurut Tutik, masih belum terlalu tinggi.
Debit air dikatakannya akan tinggi pada bulan-bulan Januari, tetapi meski sudah lewat, debit air masih tak terlalu tinggi.
Meski demikian, warga tetap waspada akan segala kemungkinan yang terjadi.
"Kalau debitnya belum terlalu naik. Biasanya desember januari. Tapi cuma banjir. Kalau ga merapi itu, ga bahaya. Tak mengkhawatirkan, tapi tetap waspada. Yang khawatir Merapi lahar e. Apalagi sekarang sedang aktif," ujar wanita kelahiran Kampung Code tersebut.
Warga yang tinggal di bantaran Kali Code di Kampung Code RT 01/ RW 01, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta sendiri diperkirakan berjumlah kurang lebih sebanyak 70 KK atau 200 jiwa. (rfk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/warga-di-bantaran-kali-code-kota-baru-kota-yogyakarta-menyiapkan-langkah-antisipasi.jpg)