Berita Kesehatan
Rasanya Lebih Manis dari Gula, Tapi Daun Ini Tidak Meningkatkan Gula Darah
Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia Rebaudiana ini lebih manis dari gula rafinasi, tapi dengan kandungan kalori rendah.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski bukan satu-satunya faktor pemicu naiknya kadar gula dalam darah, namun makanan dan minuman manis memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan gula darah. Terutama ini terjadi pada penderita diabetes maupun pradiabetes.
Sehingga dengan demikian, para penderita diabetes diharuskan untuk mengatur dan mengelola asupan makanan dan minuman mereka sehingga bisa meminimalisir asupan yang mengandung tinggi kalori.
Sebagai langkah pencegahan, para penderita diabetes bisa menggunakan pemanis alami atau pemanis buatan pengganti gula.
Produk-produk ini dinilai aman untuk penderita diabetes karena memiliki kandungan rendah kalori.
Di antara sekian banyak produk tersebut, salah satunya adalah Stevia. Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia Rebaudiana ini lebih manis dari gula rafinasi, tapi dengan kandungan kalori rendah.
Baca juga: Gula Darah Naik Bukan Cuma Akibat Makanan Manis, Berikut Uraiannya
Tentang Tanaman Stevia

Stevia adalah pemanis alami tanpa kalori yang dapat menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah.
Ini diekstrak dari daun tanaman yang disebut Stevia rebaudiana .
Tanaman ini telah ditanam untuk tujuan memberikan rasa manis dan pengobatan selama berabad-abad di Amerika Selatan.
Beberapa senyawa manis ditemukan dalam daun stevia. Yang utama adalah stevioside dan rebaudioside A. Keduanya ratusan kali lebih manis dari gula dalam hitungan gramnya.
Oleh karena itu, stevia sangat manis tetapi hampir tidak mengandung kalori.
Baca juga: Penyebab Utama Kulit Gatal Saat Gula Darah Penderita Diabetes Melonjak Tinggi
Selain itu, beberapa penelitian berbasis manusia menunjukkan stevia memiliki manfaat kesehatan.
- Stevia diyakini dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi hingga 6-14%. Namun, itu tidak berpengaruh pada tekanan darah yang normal atau hanya sedikit meningkat.
- Stevia juga telah terbukti menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.
- Beberapa penelitian pada tikus menunjukkan bahwa stevia dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi kolesterol LDL teroksidasi dan mengurangi penumpukan plak di arteri.
Jika Anda perlu mempermanis sesuatu, stevia mungkin pilihan tersehat Anda.
Namun, banyak orang sangat tidak menyukai rasa stevia. Rasanya tergantung pada mereknya, jadi Anda mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan jenis stevia yang Anda sukai.
Baca juga: Khasiat Duwet, Si Hitam yang Terbukti Ampuh Menurunkan Kadar Gula Darah
Kandungan Stevia Rebaudiana

Sebagaimana dilansir Science Direct, Stevia rebaudiana termasuk dalam keluarga Asteraceae. Ini berasal dari wilayah Amambay di timur laut Paraguay.
Stevia memiliki kemampuan untuk mempermanis minuman dan makanan. Daun Stevia rebaudiana mengandung lebih dari 30 glikosida steviol yang berbeda, seperti rebaudioside dan stevioside, yang menampilkan antitumor dan aktivitas antivirus, 170 juga antimikroba, antihipertensi, antijamur, dan efek hipoglikemik.
Sifat antioksidan dan antiinflamasi menunjukkan bahwa daun ini merupakan kandidat utama untuk diuji pada berbagai gangguan hati.
Selain itu, ekstrak stevia menekan respon inflamasi dengan penghambatan IkBa dan, oleh karena itu, NF-κB dan, sebagai hasilnya, jalur pensinyalan proinflamasi berikutnya.
Baca juga: 5 Herbal Ayurveda yang Ampuh Membantu Kendalikan Gula Darah Penderita Diabetes
Efek antiinflamasi ini dapat dikaitkan dengan stevioside, yang telah dilaporkan menghambat sekresi TNF-α, IL-6, IL-1 dengan menurunkan regulasi NF-κB.
Hasil awal menunjukkan bahwa stevia, stevioside, dan rebaudioside melindungi hati dari CCl 4 kronis dan sirosis yang diinduksi TAA pada tikus dengan mencegah aktivasi HSC, menurunkan regulasi NF-κB, memblokir sinyal profibrogenik TGF-β kanonik dan nonkanonik, dan meningkatkan regulasi yang antifibrogenik SMAD7 (observasi tidak dipublikasikan).
Namun, studi yang lebih mendasar dan klinis diperlukan sebelum stevia dapat digunakan sebagai hepatoprotektor pada manusia. (*/healthline/Science Direct)