Breaking News:

UPDATE Aktivitas Gunung Merapi : Luncuran Awan Panas Kembali Terjadi, Berikut Penjelasan BPPTKG

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, menjelaskan awan panas mengarah ke barat daya tepatnya menuju Kali Krasak. 

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH BARU - Kubah lava 2021 terlihat bertengger di atas sisa kubah lava 1997 yang runtuh beberapa bulan lalu. Dari sekitar gundukan lava berwarna hitam (jika malam merah seperti bara), guguran material terus berlangsung hingga Selasa (11/1/2021) 

Kemudian aktivitas kegempaan yang terekam adalah gempa guguran sebanyak 23 kali, gempa hembusan tiga kali, dan hybrid atau fase banyak tiga kali.

Hanik mengungkapkan, potensi bahaya erupsi Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. 

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," terangnya. 

Rekomendadi BPPTKG

Per Jumat (15/1/2021) lalu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta secara resmi telah mengubah rekomendasi daerah bahaya Gunung Merapi. 

"Ada penurunan aktivitas seismik atau kegempaan dan deformasi yang cukup drastis," ujar Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso dalam Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (16/1/2021). 

Agus menyebutkan, pada 1 Januari sampai dengan 7 Januari 2021 terjadi aktivitas kegempaan antara lain 541 VTB, 2.270 MP, 611 RF, 4 LF, 628 DG. Sementara, deformasi 15 cm/hari.

Sedangkan, pada 8 Januari sampai 14 Januari 2021 aktivitas kegempaan menurun menjadi 206 VTB, 794 MP, 1.044 RF, 0 LF, dan 171 DG. Adapun deformasi menjadi 6 cm/hari.

"Namun, guguran tetap tinggi karena memang sedang erupsi," imbuhnya. 

Guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam.
Guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam. (TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo)

Agus menambahkan, kegempaan internal Gunung Merapi saat ini rata-rata 27 kali per hari. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved