Breaking News:

Kabupaten Sleman

Arah Luncuran Lava Pijar ke Barat Daya BPBD Sleman Belum Instruksikan Warga Barat Merapi Mengungsi

Meski arah ancaman bahaya Gunung Merapi bergeser ke barat daya, BPBD Kabupaten Sleman belum meminta warga wilayah barat untuk mengungsi. 

TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
Rentetan guguran besar lava pijar Merapi diabadikan dari gardu pandang Kaliurang barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (10/1/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meski arah ancaman bahaya Gunung Merapi bergeser ke barat daya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman belum meminta warga wilayah barat untuk mengungsi. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan mengatakan pemukiman warga di wilayah barat masih di luar jarak bahaya ancaman Gunung Merapi.

Menurut rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), daerah bahaya berada di 5 km dari puncak. 

"Belum ada instruksi untuk menurunkan warga di sisi barat, karena rekomendasi masih 5 km. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Paling dekat dengan puncak adalah Turgo, jaraknya 6,5 km, Tunggularum masih 7,5 km, sehingga masih di luar 5 km,"katanya, Minggu (17/01/2021).

Pihaknya masih mengikuti rekomendasi dari BPPTKG, untuk itu warga di sisi barat tidak perlu mengungsi.

Apalagi di tengah pandemi COVID-19, potensi penularan justru bisa meningkat jika warga buru- buru mengungsi. 

Baca juga: BPBD DIY akan Pantau Aktivitas Gunung Merapi 4 Hari Ke Depan Sebelum Pulangkan Pengungsi

Baca juga: BPPTKG Yogyakarta Rekomendasikan Pengungsi Merapi Boleh Pulang Ke Rumah, Ini Tanggapan Pakar Geologi

"Selama rekomendasinya masih 5 km ya kita patuhi. Kecuali nanti rekomendasi BPPTKG jadi 6 km, ya langsung berangkat. Di bawah itu ada COVID-19, itu yang harus hati-hati. Jadi bertahan dulu, apalagi dari zona hijau,"ujarnya. 

Ia menegaskan tidak ada warga yang tinggal di radius 5 km dari puncak Gunung Merapi.

Untuk sisi barat daerah terdekat dengan Merapi adalah Turgo jarak 6,5 km dengan jumlah KK sebanyak 182, sedangkan Ngandong Tritis ada 243 KK, dan Tunggularum ada 195 KK. 

Sementara itu, Kasi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman, Djokolelana menambahkan selain ancaman awan panas, pihaknya mewaspadai adanya potensi banjir lahar dingin.

Untuk itu, pihaknya mulai menyiagakan pemantau-pemantau sungai.

"Karena banyak material endapan, kami mewaspadai jika puncak atau lereng terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kami menyiagakan pemantau-pemantau sungai, sehingga mendukung sistem EWS ( Early Warning System) yang ada,"tambahnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wadhani)
 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved