Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi Minggu 17 Januari, Gempa Guguran Tercatat 19 Kali, Gempa Hybrid 1 Kali

BPPTKG Yogyakarta menyebut bahaya erupsi Gunung Merapi mengarah ke sektor selatan-barat daya dengan radius lima kilometer.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.com | Setya Krisna Sumargo
KUBAH BARU - Kubah lava 2021 terlihat bertengger di atas sisa kubah lava 1997 yang runtuh beberapa bulan lalu. Dari sekitar gundukan lava berwarna hitam (jika malam merah seperti bara), guguran material terus berlangsung hingga Selasa (11/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut bahaya erupsi Gunung Merapi mengarah ke sektor selatan-barat daya dengan radius lima kilometer.

Dari hasil pengamatan dan kajian yang dilaksanakan oleh BPPTKG DIY, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava pijar dan awan panas yang mengarah ke  Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sementara untuk ancaman jika terjadi letusan eksplosif, Gunung Merapi dapat melontarkan material vulkanik dengan radius tiga kilometer dari puncak.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida menuturkan selain mewaspadai luncuran lava pijar dan awan panas, warga juga diimbau untuk waspada terhadap bahaya banjir lahar, terutama saat terjadi hujan deras di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," paparnya.

Baca juga: Arah Luncuran Lava Pijar ke Barat Daya BPBD Sleman Belum Instruksikan Warga Barat Merapi Mengungsi

Baca juga: BPBD DIY akan Pantau Aktivitas Gunung Merapi 4 Hari Ke Depan Sebelum Pulangkan Pengungsi

Hanik menambahkan, sampai saat ini BPPTKG masih merekomendasikan kegiatan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi di wilayah KRB III dihentikan sementara waktu.

"Bagi setiap wisatawann juga direkomendasikan untuk tidak melakukan pendakian ke puncak Gunung Merapi," tegasnya.

Sementara itu pada pengamatan pada Minggu (17/1/2021) mulai pukul 12:00-18:00 WIB, Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak 19, dengan Amplitudo : 4-40 mm dengan durasi : 14-80 detik.

Selanjutnya gempa hybrid atau fase banyak berjumlah 1, dengan Amplitudo : 2 mm, S-P : 0.4 detik, Durasi : 6 detik.

Cuaca sepanjang enam jam tersebut didominasi dengan berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 16-22 °C, kelembaban udara 71-91 %, dan tekanan udara 566-685 mmHg. Volume curah hujan 2 mm per hari. (Tribunjogja/Taufiq Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved