Pilkada Serentak 2020

Kisah Petugas KPPS di Mlati Sleman Datangi Rumah Warga yang Sakit Mengenakan APD Lengkap

Petugas KPPS yang mendapat tugas itupun harus mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan protokol kesehatan ketat

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribunjogja/ Santo Ari
Petugas datangi warga yang sakit dengan mengenakan APD 

"Kita tidak tahu sakitnya apa, dan ini untuk berjaga-jaga untuk keamanan anggota KPPS. Dan alat yang tadi dibawa, setelah kembali juga disemprot desinfektan,” ungkapnya. 

Baca juga: Kustini-Danang Klaim Kemenangan di Pilkada Sleman 2020, Kemenangan Kami adalah Kemenangan Warga

Baca juga: Ini Tantangan dan Pesan Sri Purnomo untuk Bupati Sleman Terpilih

Selain dua orang warga yang sakit tersebut, Purnomo juga mengatakan bahwa anggota juga sempat melayani pencoblosan di dalam kendaraan, mobil. 

“Ada yang datang tapi tidak bisa ke lokasi pencoblosan karena pakai kursi roda, maka yang bersangkutan nyoblos di mobil dan petugas mendatangi ke mobil. Petugas tidak mengenakan APD karena beliau stroke, dan  bukan karena covid-19,” jelasnya. 

Pun demikian, saat ditanya apakah di wilayah TPS 36 ada warga yang melakukan isolasi mandiri, Purnomo menjelaskan bahwa hal itu tidak ada.

Pasien Isolasi di Asrama Haji Gunakan Hak Pilih

Di tempat lain, TPS di Asrama Haji yang dikhususkan untuk isolasi pasien Covid-19 juga menyelenggarakan pencoblosan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Rabu (9/12/2020).

Terdapat 60 orang yang merupakan jumlah gabungan dari pasien, tenaga kesehatan (nakes), relawan menggunakan hak pilihnya.

Sementara untuk jumlah pasien isolasi di Asrama Haji berjumlah 76 orang dan memang tidak semua memiliki hak pilih.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan bahwa proses pemungutan suara di TPS di Asrama Haji Yogyakarta sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh petugas berasal dari tenaga kesehatan yang bertugas di Asrama Haji Yogyakarta dan mengenakan APD lengkap seperti baju hazmat, face shield, sarung tangan dan masker.

TPS Asrama Haji lakukan pencoblosan dengan protokol ketat
TPS Asrama Haji lakukan pencoblosan dengan protokol ketat (TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari)

Sementara alur pencoblosan sudah sesuai dengan Protokol Kesehatan yakni sebelum memasuki TPS, pemilih diwajibkan menggunakan masker dan diharuskan mencuci tangan, kemudian dilakukan pengecekan suhu dan diberikan sarung tangan plastik.

Usai melakukan pencoblosan pemilih membuang sarung tangan plastik, dan diberi tinta di jarinya sebagai tanda telah menggunakan haknya. 

"Setelah nyoblos, kertasnya tidak dilipat, kertasnya ditinggalkan di situ (bilik suara). Oleh petugas kertas suara diambil dan dimasukkan di dalam plastik dan tetap tidak dilipat, baru dimasukkan ke kotak suara," jelasnya saat memantau jalannya pemungutan suara di Asrama Haji. 

"Jadi protokol sangat ketat, dan ini bagian dari pelayanan demokrasi berjalan dengan bagus. Harapannya yang sehat tetap sehat dan yang sakit segera sembuh," imbuhnya.

Baca juga: Calon Wakil Bupati Sleman Agus Choliq Sungkem pada Ibu Sebelum Nyoblos

Baca juga: KPU Sleman Optimis Penuhi Target Partisipasi Pemilih Pilkada 80 Persen

Terkait dengan pemilih yang melakukan isolasi mandiri di rumah, Sri Purnomo menjalaskan bahwa akan ada petugas KPPS yang akan jemput bola sesuai dengan protokol kesehatan yang sama seperti pasien yang berada di Asrama Haji Yogyakarta.

Secara umum, Sri Purnomo menyatakan bahwa jalannya pemungutan suara di Kabupaten Sleman telah berjalan dengan lancar, sesuai dengan protokol kesehatan dan  tidak ada kerumunan. 

"Tapi hilir mudik, (pemilih) datang pergi dan mudah-mudahan tidak terjadi penularan secara lokal dari pilkada ini," ujarnya. 

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved