Banyak Kepala Daerah dan Pejabat Pemerintah Positif Covid-19, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X

Sri Sultan mengatakan kehati-hatian dalam beraktivitas sangat diperlukan agar tidak terpapar Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Munculnya beberapa nama kepala daerah yang positif Covid-19, disikapi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X dengan tenang.

Sri Sultan mengatakan kehati-hatian dalam beraktivitas sangat diperlukan agar tidak terpapar Covid-19.

Karena menurutnya, para pejabat memiliki banyak agenda dan kegiatan yang padat.

Baca juga: KRONOLOGI Penularan Covid-19 Antar PNS di Lingkungan Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta

Baca juga: Dua OPD di DIY Kembali Menjadi Tempat Penularan COVID-19, 8 ASN Dinyatakan Positif

Sehingga biarpun diarahkan, apabila yang bersangkutan tidak berhati-hati maka tetap saja berpotensi tertular Covid-19.

"Kalau saya itu terserah dirinya sendiri mau hati-hati atau enggak. Diarahkan kalau yang bersangkutan tidak berhati-hati kita nggak ngerti. Dia bergaulnya dengan siapa kan nggak tahu," katanya, Selasa (1/12/2020)

Sri Sultan menambahkan, untuk dapat terhindar dari Covid-19, salah satu kuncinya adalah tetap berada di dalam rumah.

Namun faktanya, hal itu susah dilakukan oleh masyarakat umum, apalagi para pejabat pemerintah.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X perpanjang status tanggap darurat hingga 31 Desember 2020, Senin (30/11/2020)
Gubernur DIY Sri Sultan HB X perpanjang status tanggap darurat hingga 31 Desember 2020, Senin (30/11/2020) (Tribunjogja/ Miftahul Huda)

Sehingga, Sri Sultan menekankan agar saat keluar rumah masyarakat maupun para pejabat pemerintah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditentukan.

"Kalau (ingin) sehat ya di rumah saja sampai Covid ini selesai. Kan murah. Hanya masalahnya kalau di rumah itu tidak bisa. Jadi harus keluar dari rumah. Enggak tahan kalau di rumah terus," ungkap Sultan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menambahkan terkait perkembangan program vaksinasi di DIY, sejauh ini pemerintah DIY baru mengadakan rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, program vaksinasi masih berproses dan dimungkinkan dilakukan pada 2021.

"Di dalam pertemuan (dengan) Presiden, vaksinasi masih di 2021," katanya.

Baca juga: Kata Presiden Jokowi Soal Penyebab Angka Kematian COVID-19 di Indonesia di Atas Dunia

Baca juga: Kadinsos Kota Yogya Meninggal Karena COVID-19, Sekda DIY Perketat Sarpras Masing-Masing OPD

Begitu hasil uji coba bagus, lanjut Aji, tentu pemerintah akan segera melakukan vaksinasi.

Ia menambahkan uji coba vaksinasi dilakukan di laboratorium Bio Farma.

Ia mengatakan untuk sementara ini wilayah DIY baru dijatah vaksin Covid-19 sebanyak 2,2 juta dosis, dan diberikan kepada kelompok usia 18-59 tahun.

"Sementara kami dijatah 2,2 juta. Itu kayaknya sudah semua. Karena yang divaksin usia 18-59 tahun," ungkapnya.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved