Update Corona di DI Yogyakarta
Dua OPD di DIY Kembali Menjadi Tempat Penularan COVID-19, 8 ASN Dinyatakan Positif
Sebanyak delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diumumkan terkonfirmasi positif covid–19.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diumumkan terkonfirmasi positif covid–19.
Rinciannya, lima dari delapan ASN tersebut sehari-harinya bertugas di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY dan tiga ASN lainnya bertugas di Dinas Kebudayaan DIY.
Kepala Dinas DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi, memberikan keterangan pada Selasa (1/12/2020) 2020.
Kasus tersebut bermula dari ASN berjenis kelamin perempuan (40) berdomisili di Sleman.
Pada 12 – 13 November lalu, yang bersangkutan merasa kurang enak badan setelah akhir pekan sebelumnya melakukan perjalanan ke luar kota untuk mengunjungi orang tuanya.
Namun, karena merasa dirinya hanya kelelahan dan mengingat ketugasan dinas yang tidak bisa ditinggalkan, ASN tersebut memutuskan untuk tetap bekerja.
"Di hari berikutnya, yakni 14 November 2020, yang bersangkutan merasa demam. Sehingga Senin, 16 November 2020 dirinya tidak masuk kantor dan menjalani isolasi mandiri,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020)
Ia menambahkan, dikarenakan demam semakin tinggi serta mulai diikuti dengan batuk, maka pada tanggal 18 November 2020, yang bersangkutan melakukan swab mandiri.
Hasil swab dikeluarkan pada 20 November 2020, dan menyatakan bahwa yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid -19 dan selanjutnya menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Erlina menjelaskan, pada tanggal yang sama saat menerima informasi stafnya terkonfirmasi positif, dirinya segera menginstruksikan agar pegawai yang satu ruangan dengan yang bersangkutan dan yang melakukan kontak untuk segera diliburkan dan melakukan isolasi mandiri.
Di samping itu, dilakukan pula penyemprotan secara menyeluruh pada semua bagian kantor.
Selanjutnya, Sabtu, 21 November 2020, 18 orang yang masuk pada daftar contact tracing diwajibkan untuk swab.
“Berdasarkan hasil swab terhadap 18 orang tersebut, tiga orang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, sedangkan 13 lainnya negatif. Sedangkan dua orang lagi hasilnya belum diketahui, karena mereka melakukan swab mandiri,” jelas Erlina.
Lebih lanjut, Erlina menjelaskan, tiga orang terkonfirmasi tersebut terdiri dari Perempuan (55), Sleman; Laki – laki (31), Sleman, dan Perempuan (26), Bantul. Ketiganya saat ini menjalani isolasi mandiri karena merupakan OTG, dengan pengawasan Puskesmas dan RT setempat.
Selanjutnya, pada Selasa, 24 November 2020, satu dari dua orang yang hasilnya belum diketahui pada hari sebelumnya, dinyatakan terkonfirmasi positif.