Update Corona di DI Yogyakarta

Kadinsos Kota Yogya Meninggal Karena COVID-19, Sekda DIY Perketat Sarpras Masing-Masing OPD

Pemda DIY mulai berlakukan ketegasan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas sehari-hari di pemerintahan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai berlakukan ketegasan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas sehari-hari di pemerintahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan untuk setiap OPD agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar kantor masing-masing.

Apabila ditemukan seorang ASN yang dinyatakan positif covid-19, sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran, daerah ring satu dari kantor pemerintahan tersebut wajib berlakukan Work From Home (wfh).

Baca juga: BREAKING NEWS : Kepala Dinsos Kota Yogyakarta Meninggal Dunia Setelah Positif Terpapar Covid-19

"Tadi saya sudah vidcon dengan para kepala OPD. Saya ingatkan supaya menjaga wilayah sekitar OPD agar sarpras dan SOP diperbaiki. Pergub 53 kami atur, jika ada yang positif, ring satunya wajib WFH," katanya, di Kepatihan, Sesala (1/12/2020).

Menanggapi adanya kabar duka atas meninggalnya Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat, yang terkonfirmasi positif covid-19, Aji mengatakan hal itu menjadi perhatian dirinya.

Pemerintah DIY turut berbela sungkawa atas meninggalnya Kadinsos Kota Yogyakarta tersebut.

Namun demikian, hal yang lebih utama Aji menegaskan jika saat ini terdapat dua indikator klaster yang perlu diwaspadai di DIY.

Baca juga: Kepala Dinsos Kota Yogya Meninggal Positif Covid-19, Pemkot Yogyakarta Belum Siapkan Opsi WFH

"Kadinsos itu menjadi perhatian kami, kalau transmisi, penularan klaster, tidak selalu dari kantor dan tamu. Tapi itu berangkatnya dari keluarga, dibawa ke kantor. Itu terjadi, ada dua klaster. Klaster keluarga dan kantor," ujarnya.

Menurut Aji, klaster keluarga muncul karena komunikasi dan intensitas ketemunya sangat terbuka.

"Maka dari itu harus hati-hati betul. Ada gejala mencurigakan harus dideteksi segera," ungkap Aji.

Munculnya kasus kematian karena COVID-19 di pemerintahan Kota Yogyakarta, tak menjadikan pihak pemerintah Yogyakarta dan DIY merekomendasikan WFH bagi seluruh ASN. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved