Wabah Virus Corona
Kata Presiden Jokowi Soal Penyebab Angka Kematian COVID-19 di Indonesia di Atas Dunia
Presiden Joko Widodo mengakui bahwa angka kematian pasien COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia
Tribunjogja.com - Kasus COVID-19 di Indonesia hingga kini belum surut. Hari ini, dari data update virus corona yang disampaikan pemerintah Senin (30/11/2020) pukul 12.00 WIB hingga Selasa (1/12/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus baru baru sebanyak 5.092 pasien.
Dengan tambahan 5.092 kasus baru, total kasus COVID-19 di Indonesia hingga saat ini menembus angka 543.975 orang.
Sementara angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia tercatat sebesar 17.081 orang.
Presiden Joko Widodo mengakui bahwa angka kematian pasien COVID-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia. Hal ini, menurut Jokowi, masih perlu diperbaiki.
"Yang masih belum dan perlu kita harus perbaiki yaitu di angka kematian itu kita masih di 3,1 persen, angka kematian dunia 2,32 persen," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dipantau melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).
Presiden Jokowi menyebut, ada sejumlah hal yang menyebabkan angka kematian COVID-19 melebihi rata-rata dunia, salah satunya keterlambatan penggunaan ventilator pada pasien.
Hal ini terjadi di awal masa pandemi. "Ini saya kira di awal ini dulu karena keterlambatan ventilator," kata Jokowi.
Baca juga: BREAKING NEWS : Update COVID-19 DI Yogyakarta 1 Desember 2020, Penambahan 110 Kasus Positif
Di luar hal itu, Jokowi menyebut bahwa perkembangan kasus COVID-19 di Tanah Air menunjukkan perbaikan. Data per 30 November 2020 menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia mencapai 83,6 persen.
Angka ini lebih baik dari rata-rata dunia yang mencatatkan angka kesembuhan sebesar 69,03 persen. Besaran kasus aktif COVID-19 juga diklaim terus membaik.
Pada September, kasus aktif di Indonesia mencapai 16,69 persen. Angka ini menurun pada Oktober menjadi 14,26 persen.
Baca juga: Update Covid-19 Selasa 1 Desember 2020, Tambah 5.092 Kasus Baru, Total jadi 543.975
Di November angka ini kembali turun menjadi 13,75 persen. "Artinya semakin bulan semakin bulan semakin baik.
Sekarang ini 13,25 persen ini juga lebih baik dari angka rata-rata dunia di angka 28,55 persen," ujar Jokowi.
Oleh karenanya, Jokowi mengaku sangat optimistis terhadap penanganan pandemi di Indonesia. Jika terjadi peningkatan kasus COVID-19 sedikit saja, ia mengaku akan memberikan peringatan keras.
"Sebetulnya kita sangat optimis dalam pengendalian Covid ini, tetapi kemarin saya sampaikan, saya memang kalau ada peningkatan sedikit saja pasti akan saya berikan warning secara keras karena kita tidak mau keterusan. Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki," katanya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti masyarakat untuk waspada terhadap penularan Virus Corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jokowi-sebut-kesehatan-masyarakat-tetap-nomor-satu-ini-prioritas.jpg)