Daerah Istimewa Yogyakarta Tetap Terbuka untuk Wisatawan saat Libur Nataru, Sri Sultan: Silakan Saja
DIY tetap membuka pintu bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta, saat masa libur natal dan tahun baru
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap membuka pintu bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta, saat masa libur natal dan tahun baru (Nataru) mendatang.
Meski demikian, tetap ada beberapa hal wajib dipatuhi bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, mengatakan tidak ada treatment khusus untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan saat musim libur Nataru nanti.
Sejauh ini, menurut Sri Sultan, pendataan melalui Jogja Pass dan pengamanan di tempat-tempat wisata dinilai efektif untuk melakukan tracing apabila ditemukan kasus positif Covid-19.
"Sudah cukup, kalau masuk Malioboro dan tempat lain cukup meninggalkan nomor hp. Cukup nama alamat, kan memudahkan tracing. Kalau sakit dirawat. Gitu aja," kata Sultan, Selasa (1/12/2020).
Baca juga: Alasan Status Tanggap Darurat Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta Diperpanjang
Baca juga: RS Rujukan Covid-19 DI Yogyakarta Mulai penuh, Begini Tanggapan Sri Sultan HB X
Meski kasus Covid-19 di DIY mengalami lonjakan yang signifikan, namun pemerintah DIY tetap membuka wisatawan yang hendak berkunjung ke Yogyakarta.
Dengan syarat seluruh komponen baik itu penegak hukum, pengelola wisata dan pengusaha hotel dapat konsisten dalam upaya pendisiplinan protokol kesehatan (prokes)
"Artinya wisatawan boleh. Silakan saja tidak masalah, yang penting tempat wisata, hotel-hotel konsisten," tegasnya.

Sri Sultan juga mengimbau agar masyarakat harus beradaptasi dengan Covid-19.
Karena menurutnya, Covid-19 masih tetap ada. Meskipun program vaksinasi massal dilakukan pemerintah.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kepala Dinsos Kota Yogyakarta Meninggal Dunia Setelah Positif Terpapar Covid-19
Baca juga: Tempat Tidur untuk Pasien di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bantul Dilaporkan Terisi Penuh
Ia juga mengajak agar masyarakat membiasakan diri dengan Covid-19 seperti halnya penyakit demam berdarah dan jenis penyakit lainnya.
"Adaptasi saja, menyesuaikan. Karena Corona tetap ada. Meskipun kita divaksin, itu hanya berlaku dua tahun. Setelah dua tahun harus divaksin lagi. Berarti Corona kan tetap ada. Ya perlakukan korona seperti DB dan sebagainya. Yang penting jaga kesehatan," tegasnya.
( tribunjogja.com )