Pengungsi Gunung Merapi

DPR RI dan Kemensos Sebut Penanganan Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Sudah Baik

Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kementrian Sosial RI mengunjungi barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo

Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani
Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Sosial RI memberikan bantuan berupa uang, selimut, dan kasur lipat pada pengungsi di barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Rabu (25/11/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Kementrian Sosial RI mengunjungi barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Selain memberikan bantuan berupa selimut, kasur lipat, dan uang tunai, anggota DPR dan perwakilan dari Kemensos RI juga menyempatkan diri meninjau tempat tidur para pengungsi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan tujuan kunjungannya adalah untuk memastikan pengungsi di Balai Desa Glagaharjo ditangani dengan baik.

Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19, pihaknya ingin memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Wakil Ketua dari faksi Gokar itu menyebut penanganan pengungsi di Balai desa Glagaharjo sudah baik.

Baca juga: PT LIB Berkoordinasi dengan Pihak Keamanan Terkait Lanjutan Kompetisi

Baca juga: CPNS 2021 Akan Dibuka Maret, Ini Dia Formasi Minim Peminat yang Bisa Jadi Pertimbangan

Apalagi dengan adanya penyekatan di setiap kamar pengungsi.

Menurut dia, adanya sekat tersebut dapat mencegah penularan COVID-19, terlebih mayoritas pengungsi adalah lansia.

"Tinjauan lokasi sudah baik, terutama soal sekat-sekat untuk pengungsi. Harus dipastikan ada pengawasan. Kami melihat ada kandang untuk hewan termak juga. Ini menambah rsa aman para pengungsi," katanya usai kunjungan di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Rabu (25/11/2020).

"Kemudian kami juga minta agar dapur umum juga sesuai dengan protokol kesehatan. Bagaimanapun juga, penularan bisa lewat makanan, jadi harus dipastikan sesuai protkol kesehatan. Sejauh ini sudah baik," sambungnya.

Ia juga berpesan agar tidak sembarangan relawan bisa masuk ke lokasi pengungsian.

Sebab saat ini Glagaharjo masih zona hijau, sehingga jangan sampai dengan adanya relawan dari luar daerah justru membuat klaster baru.

"Kami minta ada rapid tes antigen, karena pasti akan ada banyak orang yang datang ke sini. Jangan sampai relawan datang ke sini membawa virus," ujarnya.

Baca juga: Perubahan Nomenklatur, Pjs Bupati Bantul Lantik Sejumlah Pejabat Kapanewon 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : 150 Tambahan Kasus Baru, 144 Sembuh Hari Ini

Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Iyan Kusmadiana mengungkapkan secara umum penanganan pengungsi sudah baik, mulai dari penyekatan, hingga penyediaan gizi bagi pengungsi.

Namun saat ini pengungsi masih memakai alas tikar, untuk itu pihaknya memberikan bantal, selimut, dan kasur lipat.

"Ada 180 lembar selimut dan 180 kasur lipat, karena jumlah KK ada 180 kami sesuaikan. Kalau ada yang kurang, bisa ditambahkan. Ada di gudang di Dinsos DIY. Saat ini kami keluarkan sesuai kebutuhan dulu. Kami siap mendampingi Dinsos dalam penanganan bencana ini, baik dari personil maupun logistik," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan Direktorat Bantuan Darurat BNPB, Jarwansah menambahkan BNPB sudah memberikan bantuan 2.500 rapid tes antigen kepada empat kabupaten yang terdampak.

Rencananya pihaknya akan menambah rapid tes antigen lagi.

"Sudah ada bantuan untuk empat kabupaten, Boyolali, Klaten, Magelang, dan Sleman, Kemarin sudah ada bantuan Rp 1 miliar, 50 ribu masker per kabupaten. Nanti dari usulan kabupaten apa yang dibutuhkan kita akan proses di BNPB, yang penting protokol kesehatan jalan. Rencana antigen akan kami tambah 20.000 untuk empat kabupaten," tambahnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved