Breaking News:

Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo Dorong Pelaku UMKM Pasarkan Produk Secara Online 

"Yang menjadi kendalanya, pelaku UMKM di Kulon Progo kebanyakan gagap teknologi (gaptek) biasanya pelaku UMKM hanya bisa memproduksi.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor paling rentan terkena hantaman pandemi Covid-19.

Kondisi ini membuat pelaku UMKM mengalami penurunan penjualan, kesulitan bahan baku dan permodalan serta terhambatnya proses produksi dan distribusi. 

Oleh sebab itu, perlu adanya sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo tercatat sebanyak 40.730 UMKM dan 267 unit koperasi yang aktif. 

Baca juga: Satgas KTR Malioboro Masih Dimatangkan, Pemkot Yogya Andalkan Jogoboro untuk Pengawasan

Baca juga: KPU Kota Magelang Mulai Pengadaan Logistik Pilkada 2020

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulon Progo, Sri Hermintarti mengatakan untuk pemulihan ekonomi, pemerintah kabupaten (pemkab) Kulon Progo harus menyusun dan membangun mindset di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) kepada masyarakat di Kulon Progo. 

Dinkopumkm Kulon Progo telah memberikan fasilitasi pendataan dan pengusulan bantuan produktif usaha mikro (BPUM), relaksasi pinjaman perbankan dan subsidi bunga ringan bagi anggota koperasi, fasilitasi pinjaman lunak program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), mendorong inovasi UMKM dan penumbuhan galeri produk, melakukan kurasi produk lokal, serta mengoptimalkan pemasaran melalui online. 

"Yang menjadi kendalanya, pelaku UMKM di Kulon Progo kebanyakan gagap teknologi (gaptek) biasanya pelaku UMKM hanya bisa memproduksi. Untuk itu, kami menjembataninya dengan duta marketing. Saat ini ada 50 orang yang tergabung di komunitas digital marketing," katanya melalui webinar komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (KPCPEN) bertemakan manfaat pemulihan ekonomi nasional bagi UMKM belum lama ini. 

Baca juga: Pasca Dilantik, 1.900 PTPS Pilkada Gunungkidul Akan Jalani Rapid Test

Baca juga: Update Covid-19 Kulon Progo 22 November 2020, Tambah 21 Pasien Positif

Ia menyebut saat ini ada 50 produk UMKM di Kabupaten Kulon Progo yang telah lolos kurasi yang juga dibantu oleh duta marketing dalam memasarkan produknya. 

"Dengan adanya duta marketing itu dapat membantu para pelaku UMKM di Kulon Progo untuk meningkatkan daya saingnya," ucapnya. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Rudiyatno mengatakan melalui internet pelaku UMKM bisa lebih produktif dan membuka peluang usaha yang baru dengan pemasaran digital. 

"Kami berharap ada perubahan pola pikir dari masyarakat untuk berwirausaha melalui media karena sekarang eranya sudah teknologi informasi sehingga bagaimana kita bisa memanfaatkan sebaiknya-baiknya," ungkap Rudi. (scp) 

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved