Breaking News:

Pilkada Kota Magelang 2020

KPU Kota Magelang Mulai Pengadaan Logistik Pilkada 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mulai melaksanakan pengadaan logistik untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang

IST
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mulai melaksanakan pengadaan logistik untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020, Minggu (22/11/2020) di Gedung Mandala, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang mulai melaksanakan pengadaan logistik untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020.

Logistik mulai dari tinta, bilik, kotak suara, sampai hand sanitizer dan disinfektan.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Magelang, Bambang Sarwodiono, mengatakan, KPU Kota Magelang telah mulai pengadaan logistik untuk Pilkada 2020 Kota Magelang nanti.

Pengadaan logistik ini sudah dimulai dan harus rampung sebelum tanggal 6-8 Desember 2020 mendatang dimana logistik akan disalurkan ke PPS di TPS masing-masing.

Baca juga: Update Covid-19 Kulon Progo 22 November 2020, Tambah 21 Pasien Positif

Baca juga: Pasca Dilantik, 1.900 PTPS Pilkada Gunungkidul Akan Jalani Rapid Test

"KPU sudah mulai pengadaan logistik.Pengadaan logistik, kita tak bisa memastikan sampai kapan, sebelum kita akan menyalurkan ke PPS, tanggal 6-8 Desember. Sebelum tanggal itu harus sudah semua selesai," tuturnya, Minggu (22/11/2020).

Logistik Pemilihan yang sudah ada adalah hand sanitizer sebanyak 285 botol, 518 botol sabun cuci tangan, 309 liter disinfektan, 2.330 boks sarung tangan plastik, 2.424 pak tisu, 515 buah kantong sampah, 235 unit semprotan, 467 unit tempat air berkeran dan ember penampung, 243 unit kotak suara, 932 unit bilik pemungutan suara dan 466 botol tinta.

KPU Kota Magelang sedang menanti formulir C hasil salinan. Saat ini sedang dicetak. Formulir ini dibutuhkan setelah seharusnya rekapan dengan aplikasi Sirekap, tetapi akhirnya tetap menggunakan formulir C.

"Ini yang belum formulir saja yang dicetak terakhir, formulir C hasil untuk salinan. Kemarin sebetulnya memakai Sirekap, karena adanya RDP dari DPR RI komisi II belum menyetujui Sirekap, sehingga harus mengadakan formulir C hasil salinan. Besok mengutamakan manual, Sirekap sebagai uji coba atau back up," ujarnya.

Baca juga: Monyet Ekor Panjang Terlihat di Perkampungan, Berkeliaran di Wilayah Berjarak 10 KM dari Merapi

Baca juga: Makin Lancar, Pemkot Yogya Yakini Sistem Satu Arah Jalan Letjen Suprapto Tak Matikan Ekonomi

Surat suara sendiri juga masih dalam proses. Jumlahnya yakni jumlah DPT (93.609) ditambah 2,5 persen.

Perhitungan kebutuhan surat suara sendiri dihitung per TPS, tak secara global atau keseluruhan, supaya tak ada kekurangan.

"Surat suara adalah jumlah DPT (93.609) + 2,5 persen, namun tak menghitung secara global, kita menbgitung per TPS. Kalau global, akan beda jumlahnya. Kalau TPS, 2,5 persen dari DPT, kalau global DPT akan berbeda. Nanti bisa terjadi kekurangan," katanya.

Logistik ini disimpan di Gedung Mandala dan dijaga. Pelipatan surat suara juga rencananya akan dilaksanakan di sana. (Rfk)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved