Komunitas Ajak Masyarakat Yogya Paham Penggunaan Antibiotik dengan Benar
Jagareksa Antibiotik menggelar kampanye dan edukasi penggunaan antibiotik yang benar dalam peringatan Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jagareksa Antibiotik menggelar kampanye dan edukasi penggunaan antibiotik yang benar dalam peringatan Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia yang jatuh pada 18-24 November 2020.
Kampanye tersebut dilakukan di Titik Nol Kilometer Yogya pada Rabu (18/11/2020).
Dengan mengusung berbagai poster bertuliskan sejumlah edukasi dan kampanye, komunitas tersebut ingin memberikan penyadaran dan pemahaman kepada masyarakat berkaitan dengan pentingnya penggunaan antimikroba dengan benar.
Koordinator Jagareksa Antibiotik, Sukir Satrija Djati menjelaskan, antimikroba adalah obat antibiotik, antijamur, antivirus, antiprotozoa yang merupakan agen-agen untuk mengatasi penyakit infeksi pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Baca juga: Daftar Besaran UMK 2021 di DIY Mulai dari Kota Yogya, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman dan Bantul
Baca juga: BREAKING NEWS: Kembali Meroket, Hari Ini Tercatat 153 Kasus Baru Covid-19 di DI Yogyakarta
Baca juga: Ini Tanggapan Taman Nasional Gunung Merapi Soal Monyet yang Turun ke Permukiman Warga
Resistensi antimikroba (AMR/Antimicrobial Resistance) terjadi saat bakteri, jamur, virus dan parasit melawan efek obat dan membuat infeksi umum sulit diobati serta meningkatkan penyebaran penyakit, keparahan penyakit hingga meningkatkan kematian.
Berbagai faktor disebut dia mampu meningkatkan terjadinya resistensi antimikroba antara lain penggunaan obat yang berlebihan pada manusia, hewan dan tumbuhan, akses yang buruk terhadap air bersih serta kebiasaan sanitasi dan higienitas yang rendah.
"Sehingga kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap resistensi antimikroba dan mendukung praktik-praktik terbaik masyarakat, tenaga kesehatan, pembuat kebijakan untuk menghindari muncul dan menyebarnya lebih lanjut penyakit-penyakit yang resisten terhadap antimikroba," katanya.
Baca juga: KRONOLOGI Penyebaran Covid-19 di Satu Warung Bakmi di Kota Jogja, Berawal dari Sang Pemilik Warung
Baca juga: Diduga dari Gunung Merapi, Warga Lihat Monyet Ekor Panjang Turun ke Permukiman di Magelang
Baca juga: Pemkab Sleman : Tidak Ada Aktivitas Tambang Radius 5 Kilometer dari Puncak Gunung Merapi
Pesan-pesan yang disampaikan dalam kampanye ini yakni berupa memastikan bahwa antimikroba diperoleh dengan resep dokter dan diserahkan oleh apoteker, antimikroba juga bukan hanya untuk kita namun untuk anak cucu, kemudian orang hebat gunakan antimikroba dengan cermat, antimikroba lestari dunia berseri, dan pesan-pesan lain terkait pengggunaan antimikroba yang benar.
"Yogyakarta adalah kiblat penggunaan antimikroba yang benar di Indonesia. Perilaku warga Yogyakarta yang bijak menggunakan antimikroba semoga bisa menginspirasi warga kota lainnya di Indonesia," ucap dia. (jsf)