Gunung Merapi Siaga, BPPTKG Beri Penjelasan Terkait Potensi Rawan Bahaya ke Arah Kali Gendol Sleman

Berdasarkan potensi bahaya saat ini, ia menentukan jarak ke arah selatan 5 km, dan barat 5km, sisi Utara 3 km atau lengkungan KRB III.

Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Puncak Merapi dari Pos Babadan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terus mengupdate aktivitas terkini Gunung Merapi.

Seperti diketahui, saat ini Gunung Merapi berstatus Siaga level III, naik dari sebelumnya berstatus Waspada level II.

Dengan kenaikan status tersebut, artinya ada potensi erupsi Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan aktivitas Merapi saat ini memang masih terbilang tinggi.

Aktivitas Merapi pun terpantau meningkat, termasuk dari sisi intensitas kegempaan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pemkab Klaten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Selama Sepekan

Baca juga: BPBD DIY Bantu Logistik dan Fokus Jalur Lahar di KRB III Gunung Merapi

Hanik menerangkan pada saat magma menuju permukaan, satu di antara faktor penyebabnya adalah gas.

Gas itulah yang mendorong magma menuju ke permukaan. 

Selain gas, besarnya volume magma yang muncul juga mempengaruhi.

Hanik memperkirakan volume kubah lava diperkirakan lebih besar dari 2006.

"Jadi yang mendorong magma ke permukaan adalah gas. Sampai saat ini jalannya masih pelan-pelan, karena miskin gas. Kalau datanya seperti ini terus, maka erupsi tidak akan seperti 2010," katanya saat mengunjungi barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Selasa (10/11/2020).

Visual Gunung Merapi saat dilihat dari Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (8/11/2020).
Visual Gunung Merapi saat dilihat dari Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (8/11/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

Ia melanjutkan, untuk saat ini potensi bahaya adalah arah Kali Gendol, karena bukaan kawah mengarah ke Kali Gendol.

Meski demikian, ada deformasi ke arah barat, sehingga ada potensi bahaya ke arah barat. 

"Nanti kalau kubah lava sudah muncul di permukaan, kami bisa menghitung kecepatannya, besarnya berapa, volumenya berapa. Itu yang nanti kami gunakan untuk menghitung seberapa jauh kalau terluncur (jika erupsi),"lanjutnya.

Berdasarkan potensi bahaya saat ini, ia menentukan jarak ke arah selatan 5 km, dan barat 5km, sisi Utara 3 km atau lengkungan KRB III.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved