Breaking News:

Jelang Libur Panjang, Okupansi Hotel di Yogyakarta Mulai Menggeliat

Libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad akhir pekan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad akhir pekan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta, terutama pelaku usaha hotel.

Hingga pertengahan pekan, okupansi kamar hotel di Yogyakarta sudah mencapai di angka 55 persen.

Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengungkapkan, tren reservasi pada masa pandemi ini memang mengalami perubahan signifikan.

Menurutnya, para wisatawan cenderung memesan kamar hotelnya mendekati hari libur.

"Kalau normal itu, tiga, atau tujuh hari sebelumnya sudah reservasi. Tapi, sekarang kebanyakan baru satu hari sebelum melalui aplikasi online, atau bahkan mereka datang langsung ke hotelnya," ujarnya, Selasa (27/10/2020).

Karena itu, ia berharap, ketika memasuki fase libur panjang pada Rabu (28/10/2020), kamar-kamar hotel di Yogyakarta bisa terisi sesuai target 70 persen.

Baca juga: Libur Panjang, Okupansi Hotel di Sleman Alami Peningkatan

Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Dispar Gunungkidul Luncurkan Gebyar Tayub

Berdasar pantauan dari PHRI, wisatawan dari berbagai daerah dipastikan mengunjungi Yogyakarta selama long weekend.

"Sampai hari ini, yang masuk 55 persen reservasi itu dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan. Mereka rata-rata menginap dua hari," jelasnya.

"Ini jadi angin segar bagi kita. Kerjasama PHRI dengan moda transportasi juga membuahkan hasil ya, karena banyak yang menunjukkan tiket kereta, atau pesawat, supaya mendapat diskon dari PHRI," tambah Deddy.

Ia memastikan, PHRI sudah melakukan upaya pemerataan agar hotel-hotel di seantero Yogyakarta dapat bergairah lagi seperti sedia kala.

Dengan begitu, manfaat dari libur panjang nanti bisa dirasakan oleh semua pelaku wisata, tidak hanya yang berlabel menengah ke atas saja.

"Sekarang 55 persen reservasi yang masuk itu merata untuk hotel bintang, maupun non bintang. Kita memang berupaya ada pemerataan. Kalau selama ini hanya sektor tengah dan utara yang tinggi, harapannya di timur, barat dan selatan, bisa begitu juga," ungkapnya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved