Gubernur DI Yogyakarta Soal Vaksin Covid-19, Tahap Pertama untuk Usia 18 Hingga 59 Tahun
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan ada 100 juta vaksin dari pemerintah yang nantinya akan disebar ke seluruh provinsi.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski sudah dikabarkan bulan November nanti vaksin Covid-19 akan diluncurkan oleh pemerintah pusat, namun sampai saat ini Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih belum mengumumkan berapa jumlah jatah vaksin yang nantinya diperuntukkan warganya.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan ada 100 juta vaksin dari pemerintah yang nantinya akan disebar ke seluruh provinsi.
"Prioritasnya kan untuk tenaga kesehatan karena risikonya paling besar. Itu tahap pertama ada 100 juta vaksin dibagi ke seluruh provinsi, termasuk DIY," kata Sultan, Kamis (22/10/2020).
Meski sudah ada presentasi penggunaannya, Sultan mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah vaksin yang diterima untuk wilayah DIY.
Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Optimis Libur Panjang Dapat Tingkatkan Ekonomi Lewat Belanja Wisatawan
Baca juga: UPT Malioboro Bakal Tambah Personel Penjaga di Masa Libur Panjang
Baca juga: Aparat Gabungan DI Yogyakarta Siap Berjaga di 64 Titik Wisata Saat Libur Panjang
Namun, dirinya menegaskan jika prioritas utama penerima vaksin tersebut selain tenaga kesehatan, pemberian vaksin diutamakan pula bagi kelompok usia 18 hingga 59 tahun untuk tahap pertama.
"Kan sudah ada presentasinya, saya belum tahu persis. Dan diutamakan tahap pertama ini umur 18 sampai 59 tahun. Ya tidak apa-apa," jelas Sultan.
Ia berharap pemberian vaksin tersebut dapat berjalan konsisten, sehingga mampu membantu percepatan pemulihan pandemi Covid-19.
Saat disinggung berapa kuota pemberian tahap pertama dan kedua, Sultan masih belum mengumumkan, meski provinsi lain yakni di Jawa Tengah (Jateng) sudah memperkirakan untuk vaksin tahap dua nanti mencapai 2,5 juta.
"Yang penting itu bisa konsisten. Masih baru pemberitahuan saja," terang Sultan.
Sampai saat ini masih belum diberitahukan skema pemberian vaksin ke depan seperti apa, khususnya untuk wilayah DIY. (hda)