Aparat Gabungan DI Yogyakarta Siap Berjaga di 64 Titik Wisata Saat Libur Panjang
Upaya tersebut sebagai bentuk pencegahan munculnya klaster penyebaran Covid-19 di tempat wisata.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mulai tanggal 28 Oktober 2020, sebanyak 180 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP DIY akan mengamankan momen libur panjang di tengah pandemi Covid-19, khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
Penjagaan akan difokuskan pada 64 titik obyek wisata yang ada di DIY.
Upaya tersebut sebagai bentuk pencegahan munculnya klaster penyebaran Covid-19 di tempat wisata.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DIY Noviar Rahmad mengatakan pengamanan utama yakni terkait ketertiban penggunaan protokol kesehatan, khususnya masyarakat yang berkunjung ke obyek wisata.
Selain itu, antisipasi tindak kejahatan juga dilakukan dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.
Baca juga: Bupati Badingah: Baca Buku Hilangkan Rasa Bosan Saat Pandemi
Baca juga: Tolak Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Kemah di Kawasan Kampus
Khusus wilayah pantai, Noviar menyampaikan ada sebanyak 459 anggota SAR Satlinmas Rescue Istimewa, yang siap mengamankan kawasan laut Selatan saat diserbu wisatawan.
"Untuk persiapan libur panjang tanggal 28 nanti, kami sudah jadwalkan dan persiapkan 459 anggota SAR Satlinmas Istimewa untuk penjagaan di pantai," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2020).
Ia menambahkan, khusus di perkotaan, tim penegak hukum akan terfokus di pusat perbelanjaan kawasan Malioboro.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan UPT Malioboro serta Dishub DIY dan Kota/Kabupaten untuk bersama-sama melakukan pengamanan.
Sementara untuk setiap harinya, Satpol PP masih akan rutin menggelar supervisi di hotel dan restoran terkait kepatuhan penggunaan protokol kesehatan.
"Supervisi untuk memastikan pihak hotel sudah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, tamu yang dari zona merah juga akan kami minta surat tapid test," ungkap Noviar.
Baca juga: HUT ke-56 Golkar: DPD Golkar DI Yogyakarta Usung Tema Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit Pilkada Menang
Baca juga: Brigjen TNI Ibnu Bintang Banyak Memberi Inspirasi dan Siap Bersinergi dengan Tribun Jogja
Noviar menyampaikan, pengamanan untuk libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini akan ditingkatkan.
Pasalnya ia memprediksikan libur panjang akan dimulai pada 28 Oktober dan berakhir pada 1 November 2020.
"Ini kami tingkatkan dari pengamanan libur panjang kemarin. Karena lima hari kedepan kami prediksikan gelombang wisatawan akan tinggi," tegasnya.
Meski dari segi ekonomi adanya wisatawan ini dapat meningkatkan pendapatan, namun demikian Noviar menekankan agar seluruh instrumen memperhatikan pula sisi kesehatan. (hda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wisatawan-luar-kota-kena-sanksi-sosial-karena-tak-pakai-masker-di-diy.jpg)