Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan

Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan, Ibunda Ungkap Percakapan Terakhir dengan Anaknya

Keluarga Naura Dwi Meudita, korban kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan buka suara setelah anak 3 tahun 11 bulan itu meninggal setelah CT scan

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
AYAH KORBAN - Ayah korban kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan, Nicohadiyanto (36), sedang menujukkan pres rilis, saat dijumpai di rumahnya, di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Rabu (3/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga korban kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan buka suara soal Naura Dwi Meudita yang meninggal dunia setelah menjalani CT scan di rumah sakit tersebut. 
  • Sebelumnya, korban yang berusia 3 tahun 11 bulan itu dibawa ke rumah sakit untuk periksa lingkar kepala yang dinilai tidak berkembang.
  • Menurut ibu korban, Anastacia Niken Purwandari (36), proses pemeriksaan korban dilakukan berdasarkan panduan dari Posyandu. 

 

TRIBUNJOGJA.CO, BANTUL - Keluarga korban kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan buka suara. Korban yakni Naura Dwi Meudita berusia 3 tahun 11 meninggal dunia setelah menjalani CT scan di rumah sakit tersebut.

Padahal, bocah asal Piyungan, Bantul tersebut dibawa ke rumah sakit untuk periksa lingkar kepala yang dinilai tidak berkembang.

Ibu korban, Anastacia Niken Purwandari (36), menjelaskan, proses pemeriksaan korban dilakukan berdasarkan panduan dari Posyandu. 

Kemudian, korban diperiksakan di klinik untuk konsultasi mengenai gizi. Dari klinik itu korban dirujuk ke rumah sakit, sehingga ibu korban memilih untuk dirujuk ke RSUD Prambanan pada 23 Maret 2026.

"Lalu, tanggal 25 Maret itu saya ke RSUD Prambanan untuk kontrol yang pertama. Sama dokter di situ dicek segala macam. Untuk lingkarnya, tingginya, normal. Kalau untuk lingkar kepalanya sesuai yang di Posyandu di angka 46 sentimeter. Pada bulan Maret itu, (korban) dikasih multivitamin dan evaluasi rujukan untuk bulan April 2026," katanya, melalui sambungan telepon, Rabu (3/6/2026).

Selanjutnya, pada 27 April 2026 sekitar pukul 07.30 WIB, ibu korban dan korban datang kembali ke rumah sakit untuk kontrol korban sesuai rujukan tersebut.

Sampai rumah sakit, ibu korban mengambil nomor pendaftaran dan sekitar pukul 08.00 WIB, korban dipanggil melakukan pemeriksaan tinggi dan berat badannya. 

Sekitar pukul 08.30 WIB, korban dan ibu korban bertemu dengan dokter rumah sakit tersebut. Namun, korban kembali mendapatkan pengecekan lingkar kepala dikarenakan tujuan awal mereka datangke RSUD Prambanan untuk konsultasi gizi lingkar kepala. Hasilnya, lingkar kepala korban masih sama dan tidak bertambah.

"Selanjutnya, sama dokter di rujuk ke radiologi untuk CT scan. Dia sempat komunikasi sama dokter radiologi. Terus, saya diperbolehkan datang ke radiologi untuk pendaftaran dan ketemu dokternya. Terus dikasih penjelasan kalau nanti anaknya (korban) dikasih obat tidur lewat alat infus, lewat suntikan. Cuma dikasih tahu itu saja. Terus saya tandatangan untuk tindakan," paparnya.

Ibu korban menyebut bahwa sebelum CT scan, korban diberi obat anti alergi. Setelah 15 menit korban tidak ada perubahan gejala merah-merah atau bintik-bintik, korban langsung dibawa IGD dan dipasang infus guna dimasukkan obat.

Percakapan terakhir dengan ibunda

Saat itu, korban masih ceria, ketawa, makan, dan minum bersama ibu korban sembari menunggu jadwal CT scan.

"Pukul 10.30 WIB lebih itu, dia sudah dipanggil ke ruangan CT scan. Di situ, saya ikut masuk. Karena dokter bilang saya boleh ikut masuk, tapi sampai anaknya tidur. Jadi, cuma mendampingi sampai anaknya tidur. Di ruangan radiologi itu, saya masuk, perawat menyiapkan obat-obatannya," paparnya.

Dikarenakan memiliki rasa penasaran yang tinggi, korban kemudian melihat alat CT scan sambil bertanya, "Bunda kok itu donatnya besar banget? Terus itu makannya gimana? Aku pengin makan donat,".

Ternyata, korban mengira bahwa alat CT scan tersebut seperti donat. Obrolan terus berlanjut sembari menunggu tindakan perawat kepada korban.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved