Tolak Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa UGM Gelar Kemah di Kawasan Kampus
Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai jurusan memutuskan untuk berkemah di seputaran gedung rektorat
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai jurusan memutuskan untuk berkemah di seputaran gedung rektorat dalam rangka penolakan UU Ciptaker Omnibus Law.
Dibungkus dengan nama camping ceria, aksi itu dilakukan sebagai respons mahasiswa terhadap imbauan rektorat agar mahasiswa UGM tidak perlu melakukan demo dengan turun ke jalan, termasuk dalam aksi Selasa pada (20/10/2020) siang lalu.
"Kemah ceria ini sudah mendapatkan ijin untuk diselenggarakan. Jadi siapapun mahasiswa UGM yang tertarik untuk berpartisipasi silahkan datang dengan membawa sleeping bag atau tenda sendiri," papar Alamsyah Pangestu, salah satu koordinator acara, Kamis (22/10/2020).
"Sudah dua hari kami menginap disini dan acaranya santai-santai aja kok. Nanti kita masak-masak, ngopi sambil membaca puisi. Tapi ada juga diskusi interaktif antar peserta yang terlibat. Tentunya dengan tema Omnibus Law," imbuh mahasiswa Sekolah Vokasi UGM ini.
Baca juga: Tingkatkan Donasi Buku, Pemkab Gunungkidul Luncurkan Gerakan Sajisaka
Baca juga: Pilkada Klaten 2020, Paslon ORI Maksimalkan Kampanye Door to Door dan Media
"Ada sekitar 40-an mahasiswa yang terkonfirmasi mengikuti kemah ceria ini. Hujan lebat yang mengguyur ternyata tidak membuat teman-teman mundur. Kami tetap melanjutkan kegiatan di tenda," terangnya.
Pembicara dalam diskusi malam ini pun, lanjut Alam, tidak ada yang khusus didatangkan sebagai nara sumber. Pihaknya ingin teman-teman lebih spontan dan asyik saja dalam menyampaikan ide maupun pendapatnya.
"Hal ini juga pernah dilakukan senior-senior kami di 1998 lalu saat merespon situasi dan kondisi di masyarakat. Jadi kami ingin mengulang semangatnya," imbuhnya.
Baca juga: Subsidi Gaji Termin Dua Cair November, kata Budi Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional
Baca juga: Sebanyak 627 Petugas Bawaslu Klaten Kembali Jalani Rapid Test
Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM, Sulthan Farraz mengatakan, dalam aksi berkemah ini mahasiswa juga menyuarakan tuntutan serupa dengan aksi demonstrasi lainnya, yakni menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menyerukan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR.
"Juga poin pentingnya, kami menolak juga terkait sikap dukungan pihak rektorat terkait UU Cipta Kerja. Kami juga ingin rektorat membuat pernyataan resmi yang jelas dan tegas terkait keberpihakan akan kebijakan ini dan situasi sekarang," kata dia. (jsf)