Breaking News:

Aksi Tolak Omnibus Law

Rektor UGM Imbau Mahasiswa Tak Perlu Turun ke Jalan

Rektor UGM tegaskan mahasiswanya untuk tidak turun ke jalan dalam menyampaikan penolakan RUU Cipta Kerja yang telah disahkan.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Rektor UGM Prof Panut Mulyono berkunjung ke Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Senin (12/10/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panut Mulyono menegaskan mahasiswanya untuk tidak turun ke jalan dalam menyampaikan penolakan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang telah disahkan.

Hal itu menyikapi adanya rencana aksi susulan dari gabungan mahasiswa dan eleman lain, yang rencananya akan digelar Selasa (13/10/2020) esok.

Ia menegaskan, bagi mahasiswa yang hendak mengkritisi kebijakan pemerintah tidak perlu turun ke jalan.

Menurutnya, Universitas merupakan tempatnya orang-orang berintelektual.

Baca juga: Mahasiswa UGM Ditahan Pasca-Aksi Tolak Omnibus Law, Pihak Kampus Datangi Polda DIY

Maka dari itu, ketika seseorang beda pandangan tentang kebijakan baru atau lainnya, menurutnya akan lebih baik jika para mahasiswa mengkritisinya berdasarkan kajian akademis dan analisis.

"Kami imbau mahasiswa sebaiknya tidak turun ke jalan dalam menyampaikan pendapatnya. Saya imbau mahasiswa mengkajinya secara kritis, akademis, di dalam kampus apabila ada kebijakan baru. Dengan seminar dan lainnya, FGD, atau kegiatan lain," katanya, saat berkunjung ke Kepatihan, Senin (12/10/2020).

Dengan harapan, nantinya hasil diskusi tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah.

Para pejabat universitas, lanjut Panut, bersedia mengawal diskusi tentang solusi tersebut bersama mahasiswa.

Ia juga menegaskan jika pihaknya bersedia membantu menyampaikan aspirasi dari mahasiswa tersebut kepada pemerintah.

Halaman
123
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved