Aksi Tolak Omnibus Law

Pimpinan UGM Jenguk Mahasiswa Korban Demo Ricuh Malioboro

Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Suharyadi menjenguk Akhfa Rahman Nabiel (20), mahasiswa korban demo ricuh di DPRD DIY lalu yang kini dirawat di Rumah Sa

Tayang:
Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan Layar ugm.ac.id
UGM 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktur Kemahasiswaan UGM Dr Suharyadi menjenguk Akhfa Rahman Nabiel (20), mahasiswa korban demo ricuh di DPRD DIY lalu yang kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan,Sleman.

Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM angkatan 2017 ini masih tergeletak lemas saat dijenguk pada Jumat sore (9/10/2020) lalu.

Meski sudah berada di ruang rawat inap, selang infus dan oksigen masih terpasang di tubuh nabiel.

Nabiel bercerita, saat kegiatan aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang terjadi pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Ia mengaku datang terlambat.

Enam Mahasiswa UAD Ditahan di Polresta Yogyakarta Pasca-Aksi Tolak Omnibus Law, Dipulangkan

Ia menyusul rekan demonstran lainnya yang sudah berjalan kaki dari Bunderan UGM menuju Malioboro.

Menggunakan sepeda motornya, ia membawa dua kardus air untuk dibagikan kepada rekan demonstran lainnya.

Setelah memarkir kendaraan di area parkir Abu Bakar Ali, sambil membagikan air Nabiel bergabung dengan iringan kelompok mahasiswa UGM lainnya.

Bersama iringan mahasiswa dan peserta demo lainnya, Nabiel berada di posisi paling depan.

Tidak lama kemudian, ketika berada di depan pintu masuk kompleks DPRD, katanya, demo kembali ricuh setelah beberapa orang aparat terprovokasi oleh ulah demonstran yang menurut Nabiel dilakukan para remaja.

Cerita PKL Malioboro Saksikan Datangnya Gelombang Tiga Pendemo Omnibus Law

“Empat personil diganggu massa, saya yakin anak SMA atau SMK, satu personil terprovokasi, kebetulan posisi saya pas di belakang personil itu, mulai bentrok dan ricuh, saya ikut mundur bersama polisi, saya masuk ke aula DPRD,” katanya.

Saat berlindung di aula DPRD, kata Nabiel, tidak lama kemudian ia didatangi seorang aparat yang mulai menginterogasi dirinya.

Dari situ ia kemudian diciduk bersama dengan teman demonstran lainnya.

Direktur Kemahasiswaan UGM Suharyadi saat menjenguknya kata Nabiel banyak memberi motivasi padanya agar lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

“Pak Haryadi, minta saya tetap semangat tetap pikir positif. Saya ingin masalah ini cepat selesai dan bisa kuliah kembali,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved