Breaking News:

Laka Maut di Jalan Magelang, Pakar Otomotif Ingatkan Pentingnya Sabuk Pengaman dan Batas Kecepatan

Empat orang tewas di tempat kejadian perkara (TKP), sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan intensif.

Tribun Jogja/ Hendy Kurniawan
Satu unit Honda Mobilio ringsek setelah mengalami laka lantas di Jalan Magelang km 8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020) pagi. 

Sehingga, struktur mobil yang ringsek tidak mampu dihindari jika mobil melaju dalam batas wajar.

"Kecepatan saat uji crash test (uji tabrakan) itu hanya 35 mil/jam atau sekitar 56 km/jam. Seandainya memacu kendaraan sampai 100-120 km/jam teknologi yang di-apply kendaraan tidak akan efektif lagi," ucapnya.

Keterangan Polisi Terkait Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut di Jalan Magelang Sleman

FAKTA-FAKTA Kecelakaan di Jalan Magelang : 4 Tewas, Mobil Oleng, Penumpang Terlempar

Jayan menambahkan, dari kejadian laka lantas ini, perlu dipertanyakan mengapa penumpang bisa sampai keluar saat mobil dalam kondisi melayang di udara.

"Bisa jadi ada benturan sangat kencang, kecepatan terlalu kencang jadi mobil terbuka. Tapi kita tidak tahu dia keluar lewat jendela yang terbuka atau pintu saja," paparnya.

Dari kejadian ini, Jayan mengingatkan tentang pentingnya menggunakan sabuk pengaman bagi seluruh penumpang di dalam mobil, tanpa kecuali.

Satu unit Honda Mobilio ringsek setelah mengalami laka lantas di Jalan Magelang km 8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020) pagi.
Satu unit Honda Mobilio ringsek setelah mengalami laka lantas di Jalan Magelang km 8, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020) pagi. (Tribun Jogja/ Hendy Kurniawan)

Menurutnya, seandainya penumpang menggunakan sabuk pengaman, tidak akan terjadi penumpang terpental keluar.

"Mengapa bisa (terpental) keluar? Kemungkinan tidak pakai sabuk pengaman. Yang jelas ketika pakai sabuk pengaman aman. Dengan kejadian ini, marilah kita memakai seat belt saat berkendara," tuturnya.

Selain itu, Jayan mengingatkan bagi para pengendara mobil, agar memacu kendaraannya sesuai kecepatan yang telah ditetapkan.

"Pemerintah juga sudah membuat rambu-rambunya. Kalau di dalam kota ya harus di bawah 60 km/jam, kalau di luar maksimal 80 km/jam," bebernya.

Kronologi Kecelakaan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved