Aktivitas Terkini Gunung Merapi, Pekan Ini Terjadi Pemendekan Jarak Tunjam Sebesar 3 Sentimeter

Terjadi deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh Gunung Merapi yang cukup besar dibanding minggu-minggu sebelumnya

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Foto kondisi Gunung Merapi pada 1 Oktober 2020 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta kembali melaporkan hasil pantauan terkini aktivitas Gunung Merapi.

Pada pekan ini, yakni pada rentang kisaran 25 September-1 Oktober 2020, terjadi deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh Gunung Merapi yang cukup besar dibanding minggu-minggu sebelumnya, yakni terjadi pemendekan jarak tunjam sekitar 3 cm.

"Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM (electronic distance measurement) pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 3 cm," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Jumat (2/10/2020).

Skenario Bahaya Jika Terjadi Bencana Merapi

BPPTKG Jelaskan Aktivitas Gunung Merapi Terkini dan Prediksi Erupsi Berikutnya

Adapun rinciannya, jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,466 m hingga 4.044,500 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,849 m hingga 3.858,874 m.

Baseline GPS Klatakan-Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,08 m.

Meskipun demikian, ungkap Hanik, aktivitas Gunung Merapi relatif sama dengan minggu lalu ditinjau dari intensitas kegempaan yang terjadi.

"Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dibandingkan minggu lalu," imbuhnya.

Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 30 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 15 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 134 kali gempa Fase Banyak (MP), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 32 kali gempa Guguran (RF), dan 11 kali gempa Tektonik (TT).

Kubah lava Gunung Merapi
Kubah lava Gunung Merapi (Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo)

Pada minggu ini, lanjut Hanik, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 40 mm/jam selama 30 menit di Pos Kaliurang pada 26 September 2020.

"Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," ucapnya.

Dari pengamatan secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Wow! Wisata ke Merapi Park Yogyakarta, Tiket Murah

Bahaya Erupsi Merapi Tetap Mengarah ke Selatan dan Tenggara

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 150 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 30 September 2020 pukul 05.30 WIB.

"Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3," tutur Hanik.

Analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles3 pada 24 September terhadap 17 September 2020.
Analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles3 pada 24 September terhadap 17 September 2020. (Dokumentasi BPPTKG)

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental tersebut, Hanik mengungkapkan, disimpulkan kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved