Breaking News:

Update Corona di DIY

Orang Tanpa Gejala di DIY Tetap Isolasi di Rumah

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan Aturan Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID Re

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie (kiri) dan Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih (kanan) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta yang melarang semua orang tanpa gejala (OTG) atau sekarang disebut asimtomatik melakukan karantina mandiri di rumah, Pemda DIY justru meminta agar mereka bisa menjalani isolasi mandiri baik di shelter maupun di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan Aturan Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID Revisi 5 Kementerian Kesehatan.

"Teman-teman juga sudah pirso di dalam pedoman 5 begitu hasil tracing kemudian positif atau konfirm asimtomatik maka dia diisolasi mandiri, tidak di rumah sakit," bebernya, di Gedung Pracimasana Kompleks Kepatihan, Rabu (16/9/2020).

DIY Dikepung Provinsi Episentrum Covid-19

Pembajun menambahkan, rumah sakit di DIY telah menyiapkan tempat tidur untuk kasus critical yang dilengkapi ventilator sebanyak 48 bed.

"Digunakan sekitar 17 bed. Ini artinya teman-teman nakes paham pedoman 5 dan sudah tahu bagaimana bed yang critical," tambahnya.

Sementara itu, untuk tempat tidur non critical atau yang tidak memakai ventilator tapi pasien punya gejala atau komorbid, sebagian besar yang dirawat adalah pasien-pasien dengan komorbid.

"Ketersediaan non critical 393 bed. Sampai hari ini terpakai 245 bed. Ini sudah 60 persen, ini yang menajdi perhatian kita," ucapnya.

Ia menegaskan kembali, melalui Aturan Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID Revisi 5 Kementrian Kesehatan, pasien-pasien konfirmasi asitomatik tidak dirawat di rumah sakit.

Cegah Penularan COVID-19, Satu SD Negeri di Sleman Tutup 14 Hari

"Kalau bisa isolasi di rumah lebih baik. Kami mengimbau kabupaten/kota untuk memiliki shelter tetapi memang ada sebagian kabupaten/kota ada yang kesulitan shelter dan merawat di rumah sakit," ucapnya.

"Nah monggo tapi harus diperhatikan bahwa perawatan di rumah sakit menghabiskan sumber daya baik nakes, logistis, APD-nya. Ini menjadi pehatian kita bersama. Kita dorong masyarakst lebih aware lagi tidak lupa memakai masker, jaga jarak, cuci tangan sudah menjadi kesatuan. Nggak ada guna pakai masker kalau cuci tangan tidak dilakukan," pungkas Pembajun.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved